Tekan Potensi Defisit, Pemerintah Kota Bekasi Pangkas Tunjangan Pegawai 40 Persen

Pemerintah Kota Bekasi bakal memangkas tunjangan atau tambahan penghasilan pegawai (TPP) di kalangan aparatur.

Tekan Potensi Defisit, Pemerintah Kota Bekasi Pangkas Tunjangan Pegawai 40 Persen
WARTA KOTA/MUHAMAD AZZAM
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan wakilnya, Tri Adhianto, menggelar rapat koordinasi perdana bersama seluruh Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD), Senin (24/9/2018). 

WARTA KOTA, BEKASI---Pemerintah Kota Bekasi bakal memangkas tunjangan atau tambahan penghasilan pegawai (TPP) di kalangan aparatur.

Tujuannya untuk menekan potensi anggaran defisit akibat degradasi kinerja aparatur saat masa transisi kepala daerah selama delapan bulan.

Adapun saat itu, Kota Bekasi sedang mengadakan pesta demokrasi berupa Pemilihan Kepala Derah (Pilkada).

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, besaran pemotongan TPP di kalangan apartur mencapai 40 persen.

Rencana itu, kata Rahmat Effendi, bahkan sudah tertuang di surat pernyataan yang bakal dia teken.

"Sekarang saya mencontohkan dengan memangkas 40 persen biaya operasional, nanti pejabat lain termasuk pegawai (biasa) juga 40 persen," kata Rahmat, Senin (24/9/2018).

Meski demikian, Rahmat menampik bila anggaran daerah dianggap defisit Rp 900 miliar seperti yang ramai diberitakan.

Dia menilai, terlalu dini bila Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp 5,6 triliun dinyatakan defisit pada triwulan ketiga atau bulan September.

Hal itu mengingat, rangkaian penggunaan APBD terjadi selama setahun dari Januari hingga Desember.

"Ini kan kami anggarannya berimbang, hanya saja waktu itu karena proses transisi pemerintahan, terjadi degradasi (penurunan) kepemimpinan sehingga kinerja menurun dan dipolitisasi terjadi defisit," katanya.

Halaman
123
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved