Tak Ada Kejelasan Relokasi, Pedagang Ikan Hias Sebut Hanya Janji Palsu

Hingga saat ini, rencana relokasi terhadap pedagang ikan hias Jatinegara yang menduduki area trotoar tak kunjung ada kepastian.

Tak Ada Kejelasan Relokasi, Pedagang Ikan Hias Sebut Hanya Janji Palsu
Warta Kota/Joko Supriyanto
Sejumlah petugas Satpol PP merazia pedagang ikan hias Jatinegara, Senin (24/9). 

HINGGA saat ini, rencana relokasi terhadap pedagang ikan hias Jatinegara yang menduduki area trotoar tak kunjung ada kepastian.

Bahkan, ketidak jelasan tersebut membuat para PKL ikan hias terpaksa harus menghadapi para petugas Satpol PP yang melakukan penertipan lapak-lapak para pedagang, Senin (24/9) siang tadi.

Mereka pun terlihat hanya dapat pasrah ketika, beberapa barang pedagang diangkut ke truk Satpol PP. Walau sempat melayangkan aksi protes rupanya hal itu tidak cukup menghalangi petugas melakukan penertiban.

Rencana relokasi tersebut sebetulnya sudah bertahun-tahun direncanakan, mulai pedagang di pindahkan ke Raden Inten, Duren Sawit hingga dibuatkan lokasi baru. Namun rencana tersebut hanya dianggap angin lalu saja.

Ridwan (39) salah satu koordinator pedagang ikan hias Jatinegara. Ia mengatakan bahwa rencana relokasi tersebut hingga saat ini tidak ada kejelasan, ia menganggap rencana tersebut hanya janji palsu semata.

"Sebenarnya gini rencana relokasi itu sudah bertahun-tahun di rencanakan, mulai dari rencana dipindahkan ke Raden Inten, tapi akhirnya ngak jadi, lalu di carikan lahan, tapi ngak jadi juga," kata Ridwan, Senin (24/9/2018).

Menurut Ridwan, pihaknya meminta untuk segera mencarikan lahan untuk relokasi pedagang ikan, sehingga pedagang tak perlu harus khawatir jika dilakukan razia oleh petugas Satpol PP.

Pria yang sudah puluhan tahun berjualan sebagai pedagang ikan hias Jatinegara ini, menyebut bahwa tindakan Satpol PP melakukan penertiban tersebut tidak dibarengi dengan koordinasi antara pedagang.

Padahal menurutnya, letak para pedagang tersebut tidak melebih batas garis kuning yang digunakan sebagai petujuk arah tuna netra.

Dasar tersebut ia dapat ketika dirinya mengaku bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang memberikan izin untuk berjualan sementara.

Halaman
12
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved