Patung Garuda Wisnu Kencana Tahan Gempa hingga Magnitudo 8, Ini Penjelasannya

Menurut I Nyoman Nuarta, seniman penggagas pembangunan Garuda Wisnu Kencana, patung ini tahan gempa hingga magnitudo 8.

Patung Garuda Wisnu Kencana Tahan Gempa hingga Magnitudo 8, Ini Penjelasannya
Antara Foto/Wira Suryantala
SENIMAN menampilkan Tari Sekar Jagat saat upacara Melaspas atau penyucian Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Ungasan, Bali, Rabu (8/8/2018). 

GARUDA Wisnu Kencana ( GWK) yang menjulang di ketinggian total 121 meter sudah selesai dibangun. Patung yang membutuhkan waktu 28 tahun untuk penyelesaiannya ini berdiri di atas lahan seluas sekitar 60 hektar ini sudah memiliki standar keamanan, khususnya saat terjadi gempa.

Bahkan menurut I Nyoman Nuarta, seniman penggagas pembangunan GWK, patung ini tahan gempa hingga magnitudo 8.

“Kalau ngga salah bertahan sampai 8 SR. Kemarin tidak ada dampak apa-apa terhadap GWK,” ujar I Nyoman Nuarta, seniman penggagas patung GWK, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Nyoman menerangkan, konsep konstruksi GWK memang dia rancang sendiri. Namun untuk implementasi dan perhitungan memang menggunakan jasa ahli.

“Ini kita betul-betul pakai konsep konstruksi yang statik atau diam, dan gravitasi pertimbangannya,” ucap Nuarta.

Baca: Diresmikan Presiden Jokowi, Ini Isi Perut Patung Garuda Wisnu Kencana

Pondasi Rakit

Ditambahkan, pondasi patung dibuat dengan menggunakan sistem raft fondation atau pondasi rakit. Sistem ini merupakan pelat beton berbentuk lebar di seluruh bagian dasar bangunan.

Penggunaan sistem pondasi ini dipilih mengingat wilayah di sekitar awalnya merupakan lokasi tambang kapur.

“Jika terjadi endapan air yang lama itu akan berbahaya. Maka dari itu memilih sistem raft. Kalau terjadi lubang akibat kapur, tetep dia ngambang seperti jembatan,” kata Nuarta.

Raft Fondation atau fondasi rakit merupakan pelat beton yang melebar. Pelat ini digunakan untuk meneruskan beban bangunan ke lapisan tanah dasar. Fondasi ini biasa digunakan pada tanah yang memiliki daya dukung rendah, seperti tanah kapur pada wilayah dibangunnya GWK.

Halaman
12
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved