Pilpres 2019

Jokowi-Maruf Amin Memulai Kampanye Pakai Dana Rp 11 Miliar, Prabowo-Sandi Rp 2 Miliar

KPU menutup laporan awal dana kampanye (LADK) untuk peserta Pemilu 2019, dari partai politik dan pasangan calon presiden-calon wakil presiden.

Jokowi-Maruf Amin Memulai Kampanye Pakai Dana Rp 11 Miliar, Prabowo-Sandi Rp 2 Miliar
Warta Kota/Henry Lopulalan
Calon Presiden Joko Widodo-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menunjukkan piala nomor urut yang diperoleh saat rapat Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Capres dan Cawapres Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (21/9/2018). 

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) menutup laporan awal dana kampanye (LADK) untuk peserta Pemilu 2019, dari partai politik dan pasangan calon presiden-calon wakil presiden.

Ini dilakukan setelah lembaga penyelenggara pemilu tersebut menerima pelaporan LADK di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Minggu (23/9/2018).

Dari pelaporan yang sudah dilakukan, pasangan Joko Widodo-Maruf Amin melaporkan dana Rp 11 miliar, jauh lebih besar dibandingkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang hanya melaporkan Rp 2 miliar.

Baca: Jadi Tersangka Kasus Perusakan Lahan Warga, Teguh Hendrawan: Saya Bingung, Harus Bagaimana Lagi Ya?

Sayfrizal, anggota bendahara Tim Kemenangan Nasional Jokowi-Maruf Amin, melaporkan dana awal kampanye.

Dana awal kampanye TKN Jokowi-Maruf AMin berasal dari sumbangan perusahaan dan sumbangan pribadi. Untuk sumbangan, ada empat perusahaan yang memberikan sumbangan. Sedangkan pribadi yang menyumbang ada satu orang.

"Kami sudah kumpulkan dana Rp 11 miliar. Itu untuk uang tunai Rp 8,5 miliar, dan selebihnya berupa jasa," ungkap Sayfrizal di Kantor KPU, Minggu (23/9/2018).

Baca: Beda Ucapan dari Anies Baswedan, Kabiro Hukum DKI Takkan Berikan Bantuan kepada Teguh Hendrawan

Sedangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dihadiri langsung oleh Sandiaga Uno. Dia didampingi oleh Dahnil Anzar Simanjuntak, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subiantio-Sandiaga Uno.

Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pihaknya melaporkan LADK Rp 2 miliar. Dana itu berasal dari Prabowo Subianto Rp 1 Miliar, dan Sandiaga Uno Rp 1 miliar. Patungan kedua orang itu dilakukan, karena tidak ingin melibatkan pihak lain yang dapat menganggu pemerintahan apabila terpilih ke depan.

"Insyaallah pasangan ini itu tidak akan mau menggadaikan dirinya ke cukong atau kelompok lain yang mau mengatur pemerintahan di masa depan, ini catatan penting kami," katanya.

Baca: Jokowi-Prabowo Berpelukan, Ini Dialog yang Diimajinasikan Warganet

Pelaporan dana kampanye dibagi menjadi tiga tahapan. Tahapan pertama merupakan laporan awal dana kampanye. Tahapan kedua, mulai dari awal kampanye tanggal 23 September sampai pertengahan masa kampanye.

Sedangkan tahapan ketiga pada hari terakhir kampanye. Pada hari terakhir kampanye, seluruh pengeluaran kampanye juga akan dicatat sampai hari tersebut. (*)

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved