Diresmikan Presiden Jokowi, Ini Isi Perut Patung Garuda Wisnu Kencana

Patung GWK merupakan daya tarik di GWK Cultural Park. Patung ini menjulang 121 meter dan berdiri di atas struktur pedestal setinggi 46 meter.

Diresmikan Presiden Jokowi, Ini Isi Perut Patung Garuda Wisnu Kencana
Instagram/GWK Bali
PATUNG Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Kuta Selatan, Bali mempunyai tinggi 121 meter dengan lebar 64 meter. Patung ini merupakan tertinggi ketiga di dunia. 

SETELAH 28 tahun, Patung Garuda Wisnu Kencana ( GWK ) akhirnya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo ( Jokowi ), Sabtu (22/9/2018) malam.

Acara ini menandai selesainya pembangunan patung tersebut. Patung GWK merupakan daya tarik di GWK Cultural Park. Patung ini menjulang 121 meter dan berdiri di atas struktur pedestal setinggi 46 meter.

Dalam membangun pedestal ini, PT Alam Sutera Realty Tbk selaku pengembang menggandeng firma arsitektur Arkitekton Lima.

Design Director Arkitekton Lima Chiquita Pitono menuturkan, dalam membangun pedestal, arsitek harus mengikuti struktur patung.

Dia berkisah, ada beberapa hal yang menjadi tantangan dalam merancang bagian ini. Salah satunya adalah menyesuaikan desain ruangan dengan struktur patung.

"Berhubung GWK patungnya besar, dia menahan beban angin sehingga ada beberapa hal yang kami harus mengikuti struktur. Karena lebih penting strukturnya ya, biar aman terhadap gempa," ujar Chiquita kepada Kompas.com, Minggu (23/9/2108).

PATUNG Garuda Wisnu Kencana usai diresmikan di Kuta Selatan, Bali, Sabtu (22/09/2018). Patung setinggi 121 meter dengan lebar 64 meter tersebut resmi diresmikan dan menjadi patung tertinggi ketiga di dunia.
PATUNG Garuda Wisnu Kencana usai diresmikan di Kuta Selatan, Bali, Sabtu (22/09/2018). Patung setinggi 121 meter dengan lebar 64 meter tersebut resmi diresmikan dan menjadi patung tertinggi ketiga di dunia. (Kompas.com/Andreas Lukas Altobeli)

Sebagai informasi, pembangunan pedestal sendiri sudah dilaksanakan sejak tahun 2013 lalu, dan baru rampung sebagian pada tahun ini.

Selain itu, tantangan lainnya adalah bagaimana menyatukan dua pendapat baik dari pengembang maupun pihak penggagas patung, Nyoman Nuarta.

"Satunya dari segi biaya, satunya lagi dari segi art-nya," ungkap Chiquita.

Chiquita menambahkan, sebagai arsitek, pihaknya lebih mendukung ide atau impian dari sang penggagas patung GWK. Namun arsitek juga harus menerima usul atau keinginan dari klien, dalam hal ini pengembang.

Halaman
123
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved