VIDEO: Detik-detik Oknum Petugas Lapas Diciduk BNN Saat Transaksi

petugas mengamankan sebanyak 50 gram sabu yang direncanakan akan di distribusikan ke dalam lapas.

Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap oknum sipir lapas yang tertangkap tangan telah melakukan transaksi narkoba dengan seorang kurir. Saat dilakukan penangkapan oknum sipir dan kurir tersebut tidak dapat mengelak dan langsung di amankan oleh petugas.

Kejadian tersebut terjadi pada Jumat (21/9) malam di salah satu Lembaga Pemasyarakatan Lubuk Pakam, Deli, Serdang, Sumatra Utara. Dari rekaman CCTV yang diterima tampak seorang oknum sipir keluar dari tempat penjagaanya.

Beberapa kali oknum sipir tersebut sempat mengamati sekitar lokasi, selanjutnya satu buah mobil berhenti dan salah seorang pria menemui dengan memberikan sebuah paket yang berisi sabu ke pada sipir lapas.

Namun rupanya, petugas BNN sudah mengintai terlebih dahulu, langsung mengamankan kedua pelaku yang diketahui bernama Maredi (sipir) dan Bayu (kurir). Dari penangkapan tersebut petugas mengamankan sebanyak 50 gram sabu yang direncanakan akan di distribusikan ke dalam lapas.

Dari hasil penangkapan tersebut, petugas langsung melakukan pengembangan dan berhasil menyita barang bukti sabu sebanyak 36,5 kilogram sabu beserta tiga butir ektasi.

Deputi Pemberantas Narkotika Nasional, Irjen Pol Arman Depari membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya pengungkapan tersebut berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh BNN Pusat.

"Total yang ditangkap lima orang setelah dilakukan pengembangan, barang bukti yang di sita sebanyak 36 kilogram sabu, saat ini BNN pusat masih melakukan pengembangan atas kasus ini," kata Arman, Minggu (23/9/2018).

Dikatakan Arman, bahwa barang bukti tersebut disinyalir di selundupkan dari Malaysia ke Indonesia mengunakan jalur laut dan di edarkan ke lembaga pemasyarakatan.

Dengan kejadian ini, Arman menyebut perlu ada evalusi para pejabat yang bertanggung jawab karena, kejadian tangkap tangan ini terbukti melibatkan sipir di lembaga pemasyarakatan.

"Menurut saya para penjabat yang bertanggung jawab dari pusat sampai daerah perlu adanya evaluasi atas kejadian ini," katanya. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved