Putuskan Aliran Listrik, Pemkot Depok Panggil Pengembang Aruba Residence

Pemkot Depok melalui Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok memanggil pengembang Aruba Residence terkait pemutusan listrik sepihak.

Putuskan Aliran Listrik, Pemkot Depok Panggil Pengembang Aruba Residence
Istimewa
PULUHAN warga Aruba Residence Kota Depok menggelar aksi damai di sekitar perumahan mereka dengan membakar lilin dan membentangkan spanduk, Sabtu (22/9/2018). Aksi ini dilakukan warga menyusul pihak pengembang yang sepihak memutuskan aliran listrik ke rumah warga sejak 10 September 2018. 

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Depok melalui Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok memanggil pihak pengembang Aruba Residence, yang sejak 10 September lalu memutus aliran listrik ke perumahan Aruba Residence di Jalan Pemuda, Pancoran Mas, Depok, secara sepihak.

Pemanggilan ini untuk meminta keterangan pengembang, terkait kisruhnya dengan warga perumahan Aruba Residence, hingga berujung pemutusan listrik. Dijadwalkan pekan depan pengembang memberi keterangan terkait hal itu ke BKD Depok.

Baca: Anak-anak Aruba Residence Kota Depok Kesulitan Belajar akibat Listrik Diputus Pengembang

Kepala BKD Depok Nina Suzana mengatakan dari laporan awal warga diketahui kisruh antara pengembang dengan warga ini terkait masalah pengelolaan lingkungan perumahan serta uang iuran pengelolaan lingkungan yang ditarik pengembang dari warga setiap bulannya.

"Jadi akan kita panggil dulu pengembangnya, kenapa ini bisa terjadi dan harus sampai ada pemutusan aliran listrik," kata Nina, Minggu (23/9/2018).

Setelah itu katanya pihaknya akan berupaya memediasi dan mempertemukan pihak pengembang dengan warga untuk dapat ditemukan titik temunya.

"Setelah memanggil pengembang, baru akan kami mediasi antara warga dengan pengembangnya. Artinya akan kami pertemukan antara pengembang dan warga untuk menyelesaikan masalahnya," ujar Nina.

Nina menjelaskan bahwa pihak developer Aruba Residence sampai sat ini belum menyerahkan fasos dan fasum perumahan kepada Pemkot Depok.

Karenanya pemeliharaan fasos fasum adalah tanggung jawab pengembang dan tidak boleh dibebankan ke warga.

Surat Peringatan Kedua

Terkait kasus pemutusan aliaran listrik ke perumahan oleh pengembang ini, kata Nina, pihaknya sudah melayangkan surat peringatan (SP) ke dua kepada pengembang.

"Kami minta pengembang segera memperhatikan hak-hak warga dan bukan merampasnya. Surat peringatan kedua sudah kami layangkan ke pengembang," kata Nina.

Ke depan, Nina berharap kisruh antara warga Aruba Residence dan pengembang tidak berlarut-larut dan bisa diselesaikan dengan baik.

Seperti diketahui, pemutusan aliran listrik secara sepihak oleh pengembang terhadap perumahan warga di Aruba Residence di Jalan Pemuda, RT 5/ 8, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, sejak 10 September lalu, membuat anak-anak warga perumahan tersebut turut menjadi korban.

Mereka yang bersekolah mulai tingkat SD sampai SMU kesulitan belajar di malam hari karena ketiadaan listrik ke rumah mereka. Apalagi saat ini musim ujian telah tiba.

"Anak-anak kami yang masih sekolah sangat kesulitan saat belajar di malam hari. Mereka terpaksa harus belajar pakai lilin. Secara psikologis ini membuat mereka tertekan dan tidak fokus menghadapi ujian sekolah. Ini yang kami sesalkan, karena pengembang tega mengorbankan anak-anak kami yang masih sekolah," kata Adrison, juru bicara warga, Minggu (23/9/2018).

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved