BNN Gagalkan Transaksi 36 Kilogram Sabu yang Dilakukan Sipir Lapas Lubuk Pakam

Saat ditangkap, oknum sipir dan kurir tersebut tidak dapat mengelak dan langsung diamankan oleh petugas.

BNN Gagalkan Transaksi 36 Kilogram Sabu yang Dilakukan Sipir Lapas Lubuk Pakam
Kompas.com/Shutterstock
ILUSTRASI 

PETUGAS Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap oknum sipir lembaga pemasyarakatan (lapas) yang tertangkap tangan bertransaksi narkoba dengan seorang kurir.

Saat ditangkap, oknum sipir dan kurir tersebut tidak dapat mengelak dan langsung diamankan oleh petugas.

Kejadian tersebut terjadi pada Jumat (21/9/2018) malam di Lembaga Pemasyarakatan Lubuk Pakam, Deli, Serdang, Sumatra Utara. Dari rekaman CCTV yang diterima, tampak seorang oknum sipir keluar dari tempat penjagaanya.

Baca: Jakarta Paling Banyak Pekerjakan PNS Koruptor

Beberapa kali oknum sipir tersebut sempat mengamati sekitar lokasi, selanjutnya satu buah mobil berhenti, dan salah seorang pria menemui dengan memberikan sebuah paket yang berisi sabu kepada sipir lapas.

Petugas BNN yang sudah mengintai, langsung mengamankan kedua pelaku yang diketahui bernama Maredi (sipir) dan Bayu (kurir). Dari penangkapan tersebut, petugas mengamankan sebanyak 50 gram sabu yang rencananya didistribusikan ke dalam lapas.

Dari hasil penangkapan tersebut, petugas langsung melakukan pengembangan dan berhasil menyita barang bukti sabu sebanyak 36,5 kilogram beserta tiga butir ekstasi.

Baca: Pemerintah Iklankan Pencapaian Kinerja di Bioskop‎, Jokowi : Itu Amanat Undang-undang

Deputi Pemberantas Narkotika Nasional Irjen Arman Depari membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pengungkapan tersebut berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh BNN Pusat.

"Total yang ditangkap lima orang setelah dilakukan pengembangan, barang bukti yang disita sebanyak 36 kilogram sabu. Saat ini BNN pusat masih melakukan pengembangan atas kasus ini," tutur Arman Depari, Minggu (23/9/2018).

Barang bukti tersebut, lanjutnya, disinyalir diselundupkan dari Malaysia ke Indonesia mengunakan jalur laut, dan diedarkan ke lembaga pemasyarakatan.

Baca: Novel Bamukmin Harap Pengganti Sandiaga Uno Bisa Rangkul Umat Islam dan Tolak Reklamasi

Arman Depari menyebut perlu ada evalusi para pejabat yang bertanggung jawab, karena kejadian tangkap tangan ini terbukti melibatkan sipir di lembaga pemasyarakatan.

"Menurut saya para penjabat yang bertanggung jawab dari pusat sampai daerah perlu adanya evaluasi atas kejadian ini," sarannya. (*)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved