Wirausaha

Ayra, Gadis 14 Tahun Kembangkan Usaha Kaleng Kreasi Melalui OK Oce

Sejak SD dirintis, kini Ayra Anargya Taurashifa, gadis berusia 14 tahun, memiliki usaha kaleng kreasi.

Ayra, Gadis 14 Tahun Kembangkan Usaha Kaleng Kreasi Melalui OK Oce
Istimewa
AYRA Anargya Taurashifa, gadis berusia 14 tahun yang saat ini memiliki usaha kaleng kreasi dan dikembangkan melalui OK Oce. 

MENJADI seorang pelaku usaha, tidak harus dilakukan ketika usia sudah matang. Ini dibuktikan oleh Ayra Anargya Taurashifa, gadis berusia 14 tahun yang saat ini memiliki usaha kaleng kreasi.

Ia bahkan telah menekuni usaha ini sejak usianya masih 10 tahun, saat ia masih duduk di bangku sekolah dasar.

Saat itu, Ayra kecil sempat dibuat bingung dengan kegiatan yang dinamakan "Honesty Corner" atau "Warung Kejujuran". Setiap siswa mendapatkan kesempatan untuk menjual barang-barang di warung tersebut yaitu berupa snack, minuman, alat-alat sekolah dan sebagainya.

Namun, dari sana ia justru tertantang. Bukan hanya soal kejujuran, namun jiwa wirausahanya juga tumbuh.

AYRA Anargya Taurashifa, gadis berusia 14 tahun yang saat ini memiliki usaha kaleng kreasi dan dikembangkan melalui OK Oce.
AYRA Anargya Taurashifa, gadis berusia 14 tahun yang saat ini memiliki usaha kaleng kreasi dan dikembangkan melalui OK Oce. (Istimewa)

"Warung tersebut tidak ada penjaganya. Setiap pembeli yang bayar hanya memasukkan uang ke dalam kaleng sesuai harga barang," kisah Ayra kepada Warta Kota, Minggu (23/9/2018).

Ayra yang penasaran memutuskan ikut berjualan. Di rumah, ia meminta bimbingan pada kedua orangtuanya, Yopi Handaya dan Reni Kirana. Dalam satu kesempatan, ia memberanikan diri membawa sejumlah dagangan ke sekolah.

"Pertama biskuit, lalu bolu berbentuk pisang, pudding dan kerajinan tangan. Modal pembelian barang dagangan dari papa. Dari hasil penjualan aku dapatkan keuntungan dan modalnya kupisahkan lalu aku kembalikan ke papa," ungkapnya.

Hidup dalam keluarga berkecukupan tak membuat jiwanya pasrah pada rasa nyaman. Kedua orangtuanya juga tampak antusias melihat semangat dari Ayra.

Sejak itu, Ayra bisa merasakan sebuah 'kemandirian kecil' dari pelajaran hidup yang sebelumnya hanya ia saksikan dari kegiatan para pedagang.

"Dari kegiatan tersebut aku banyak belajar tentang apa itu berjualan. Papa banyak menjelaskan mengenai cara-cata dan teknik berdagang. Sejak itulah aku mulai tertarik dengan kegiatan bisnis," ungkap pemilik mata indah ini.

Halaman
1234
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved