Trafficking

Pelaku Perdagangan Perempuan dan Anak Dibekuk di Bandara Soekarno Hatta

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti 4 lembar Surat Keterangan (Suket) perekaman E-KTP palsu, sejumlah boarding pass

Pelaku Perdagangan Perempuan dan Anak  Dibekuk di Bandara Soekarno Hatta
jamaicaobserver.com
ILUSTRASI Perdagangan perempuan dan anak atau human trafficking. 

WARTA KOTA, TANGERANG--- Pelaku perdagangan perempuan dan anak-anak dibekuk jajaran Polresta Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Pelaku bakal menjadikan 4 perempuan di bawah umur sebagai terapis pijat plus-plus di Denpasar, Bali.

Kapolresta Bandara Soekarno Hatta, Kombes Vicktor Togi Tambunan menjelaskan, seorang laki-laki berinisial IR (21) diringkus petugas di Terminal 1A Bandara Soekarno Hatta.

"Kami juga menyelamatkan 4 orang wanita yang akan dijadikan terapis pijat oleh pelaku. Ada 3 orang di antaranya adalah anak di bawah umur," ujar Togi saat dijumpai di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Jumat (21/9/2018).

Baca: Anak di Bawah Umur Jadi Korban Trafficking, Silakan Hubungi KPAI di Nomor Ini

Para korban berinisial AF (17), AL (16), SM (16) dan SN (21). Keempat wanita tersebut akan diberangkatkan menuju Denpasar, Bali, menggunakan pesawat Lion Air JT-0042.

"Gadis-gadis belia itu rencananya dipekerjakan di salah satu tempat hiburan," ucapnya.

Togi menerangkan, penangkapan pelaku trafficking tersebut  bermula dari laporan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bahwa akan ada wanita di bawah umur diberangkatkan ke Bali.

"Awalnya dari informasi yang kami peroleh bahwa akan ada pengiriman wanita di bawah umur. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata benar," kata Togi.

Baca: Warganya Jadi Korban Trafficking , Dedi Mulyadi Sambangi Kementerian Luar Negeri

Ketika pelaku akan diamankan, kata Togi, pelaku IR bersama keempat perempuan belia tersebut. Saat itu, pesawat yang mereka tumpangi akan lepas landas ke Denpasar, Bali.

"Di mana saat itu keempat korban beserta satu tersangka sudah boarding. Kemudian kami berkoordinasi dengan Lion Air dan berhasil mengamankan pelaku dan korban," ujarnya.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti 4 lembar Surat Keterangan (Suket) perekaman E-KTP palsu, sejumlah boarding pass dan 1 unit telepon genggam.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini tersangka mendekam di sel tahanan Mapolresta Bandara Bandara Soekarno Hatta.

Pelaku dijerat pasal berlapis tentang perlindungan anak dan pemberantasan tindak pidana perdagangan orang.

"Ancaman hukuman pidana penjara paling lama lima belas tahun," ujar Togi. 

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help