Harapan Lansia Tetap Mandiri, Berkontribusi, dan Tak Lagi Jadi Beban

Gubernur Anies Baswedan ingin program lansia disesuaikan dengan kondisi hari ini, sehingga mereka bisa terus berkontribusi dan mandiri.

Harapan Lansia Tetap Mandiri, Berkontribusi, dan Tak Lagi Jadi Beban
Istimewa
GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan 

PEPATAH mengatakan menjadi tua adalah anugerah. Apalagi tetap mandiri dan tidak menjadi beban keluarga.

Gubernur DKI Anies Baswedan ingin program-program untuk masyarakat lansia (lanjut usia) disesuaikan dengan kondisi hari ini, sehingga para lansia bisa terus berkontribusi dan mandiri.

Menurutnya, masalah lansia yang pertama adalah peningkatan masyarakat lanjut usia. Hal ini dikarenakan harapan hidup yang meningkat.

Berdasarkan survey penduduk oleh BPS, tahun 2018, lansia di Jakarta ada sekitar 24 juta. Lansia yang menjadi binaan sosial di UPT Panti Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta ada 1.348 jiwa.

Sedangkan FK Pusaka 8.200 jiwa dari 103 Pusaka, FKLU 11.000 jiwa, serta di Panti Swasta 353 jiwa.

"Perlu adanya program-program jaminan dari institusi privat swasta yang harus dikoordinasikan dengan baik. Jadi harapannya, peraturan sekarang bisa direview untuk bisa sesuai dengan hari ini," kata Anies seusai membuka acara Temu Konsultasi Komisi Daerah Lanjut Usia se Jawa-Bali di Balai Kota, Jumat (21/9/2018).

Perwakilan Forum Komunikasi Lansia Provinsi DKI Jakarta Eri Cahyadiputra berharap di masa depan para lansia dapat tetap berkontribusi. Saat ini Kartu Lansia Jakarta sudah berjumlah 14.200.

Ia juga meminta agar UU nomor 13 tahun 1998 tentang kesejahteraan lansia di revisi disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, pertambahan jumlah lansia menjadi bonus demografi bila para lansia dapat berkontribusi, bukan jadi beban. 

Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved