Ada Warga Yang Dianggap Mampu Juga Mendapatkan Kartu Jakarta Pintar

Penerima KJP juga diberikan tidak hanya murid sekolah formal, tapi juga pada Anak Tidak Sekolah (ATS).

Ada Warga Yang Dianggap Mampu Juga Mendapatkan Kartu Jakarta Pintar
Warta Kota
Fasilitas Kartu Jakarta Pintar 

KARTU Jakarta Pintar (KJP) yang seharusnya diberikan warga Jakarta yang tidak mampu. Namun di lapangan, warga yang dianggap mampu-pun bisa mendapat KJP.

Sementara, warga yang dianggap tidak mampu, malah tidak dapat.

Salah satunya Nyonya AS (42) warga Meruya Selatan, Kembangan Jakarta Barat yang menceritakan kepada Warta Kota, Jumat (21/9/2018).

"Sejak 2004 tinggal di rumah mertua. Tidak ada AC, tidak punya mesin cuci, motor hanya 1, bayar listrik ngga pernah di atas Rp 300.000 sebulan dan nggak punya kontrakan, gaji suami harian Rp 95.000, nggak punya mobil, tapi dikatakan keluarga mampu dan tidak dapat KJP," kata ibu dua anak yang enggan disebut namanya.

Sementara ada orangtua murid lain, meksipun ngontrak tetapi suaminya pekerja tetap dengan gaji UMR, punya AC, mesin cuci, motor 2, mobil, dan punya sampingan jual token listrik bisa dapat KJP.

"Intinya berkecukupan tetapi dapat KJP," ujarnya.

AS sudah menemui pihak TU sekolah. Tetapi dikatakan, keputusan mutlak ada di tangan wali kelas.

Plh Kepala Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Operasional Pendidikan (P4OP) Dinas Pendidikan DKI Kadarwati, mengatakan keputusan penerima KJP tidak hanya ditentukan satu pihak seperti sekolah saja.

Tapi, juga kelurahan sebagai pihak yang mengeluarkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Selain itu juga ada verifikasi dan survei.

"Pihak kelurahan yang mengeluarkan SKTM juga dapat kompilasi dari RT dan RW yang tidak bisa diintervensi. Pihak sekolah juga melakukan survei mengenai kondisi di rumah. Mungkin lihat ada motor 2, lihat HP yang harganya mahal sehingga dianggap tidak layak menerima KJP," tutur Kadarwati yang dihubungi Warta Kota, Jumat (21/9/2018).

Halaman
123
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help