Regulasi Belum Maksimal, Perselisihan Warga Hunian Vertikal dan Pengelola Masih Rentan Terjadi

P3RSI menggelar diskusi bertema "Tidak Seimbangnya Hak dan Kewajiban Pemilik Rumah Susun Menjadi Masalah Krusial yang Dihadapi PPPSRS".

Regulasi Belum Maksimal, Perselisihan Warga Hunian Vertikal dan Pengelola Masih Rentan Terjadi
WARTA KOTA/PANJI BASKHARA RAMADHAN
Ilustrasi: Rumah Susun Tambora, Minggu (11/3/2018). 

PERHIMPUNAN Pengelola Penghuni Rumah Susun Indonesia (P3RSI) menggelar diskusi bertema "Tidak Seimbangnya Hak dan Kewajiban Pemilik Rumah Susun Menjadi Masalah Krusial yang Dihadapi PPPSRS".

Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai rangkaian agenda tahunan Musyawarah Nasional (Munas) ke-2 yang berlangsung di Jakarta, Rabu (19/8/2018).

"Saat ini masih banyak permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan bermasyarakat di lingkungan hunian vertikal. P3RSI menjadi fasilitator bagi PPPSRS dalam mencari solusi permasalahan tersebut," ungkap Ketua P3RSI, Adjit Lauhatta.

Sementara itu, Soelaeman Soemawinata selaku Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) mengatakan bahwa saat ini jumlah hunian vertikal di Indonesia terus mengalami pertumbuhan.

Bahkan, lanjut dia, pesatnya pertumbuhan tersebut tidak hanya terjadi di Jabodetabek dan kota-kota besar lainnya di pulau Jawa.

Namun pertambahan hunian vertikal ini juga telah merambah kota Medan, Sumatera Utara hingga Pontianak, Kalimantan Barat.

Sayangnya, maraknya pertumbuhan hunian vertikal tersebut tidak dibarengi dengan aturan yang memadai.

Soelaeman beranggapan dengan tidak adanya aturan tersebut, dikhawatirkan dapat memicu permasalahan ke depannya.

"Ini masalah kehidupan kita ke depan, karena ke depan kehidupan kita akan urban, maka harus disiapkan dari sekarang. Pemda harus punya aturannya agar menjadi proper," tuturnya.

Lebih lanjut Soelaeman memaparkan, sisi positif dengan adanya regulasi mengenai hunian vertikal dan komersial ini, tentu akan dapat menarik minat investor untuk masuk ke daerah tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved