Perjalanan Wisata, Menyusuri Kanal di Amsterdam Mengelilingi Kota Kincir Angin

Perjalanan Wisata, Menyusuri Kanal di Amsterdam Mengelilingi Kota Kincir Angin.

Perjalanan Wisata, Menyusuri Kanal di Amsterdam Mengelilingi Kota Kincir Angin
Warta Kota/Heribertus Irwan Wahyu Kintoko
Kapal wisata siap mengantar wisatawan menyusuri kanal di Amsterdam. 

WARTA KOTA, PALMERAH---Berada di Amsterdam seperti melihat permainan sulap, baik bagi penduduk asli maupun para pengunjungnya yang datang dari seluruh penjuru dunia.

Semua orang yang pernah berkunjung ke Amsterdam, Belanda, selalu ingin mengulanginya, dan berharap bisa datang kembali.

Sementara bagi para penduduk asli, tidak pernah ada keinginan mereka untuk meninggalkan kota yang dikenal sangat indah dan begitu cantik itu.

Baca: Warung Kopi Nuansa Belanda, Mengangkat Sejarah Kopi Indonesia

Ibu Kota Negeri Belanda tersebut seakan menghipnotis wisatawan yang datang padanya. Saking betahnya, mereka bahkan menolak pulang ke negaranya.

Jam ditangan kiri menunjukkan pukul 08.00 waktu setempat sesaat setelah pesawat Garuda Indonesia yang membawa kami `terbang' dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta mendarat mulus di Bandara Internasional Amsterdam Schiphol, Amsterdam, 22 Juli 2018.

Baca: Peralatan Makan Asal Belanda Digaet untuk Program Rutin

Sejak di Jakarta, kami diminta menutup rapat tubuh dengan jaket pengusir dingin begitu mendarat di Amsterdam. Kenyataannya, musim panas sedang menghinggapi Amsterdam. Suhu udara saat itu bahkan mencapai 30 derajat Celcius, seperti cuaca di Jakarta dan Indonesia umumnya.

Kami menerima undangan khusus dari sutradara dan aktor gaek Rano Karno (57) serta dua rumah produksi Karnos Films dan Falcon Pictures.

Setibanya di Negeri Kincir Angin itu Rano bersama lebih dari 70 orang rombongannya, termasuk para bintang film dan kru Si Doel The Movie, serta CEO Falcon Pictures HB Naveen dan produser Frederica hingga para wartawan dari Indonesia, terlebih dulu menikmati keindahan Amsterdam melalui kanal-kanal sungai yang dialiri air bersih, bahkan hampir tidak terlihat sampah.

Bis double deck yang membawa kami sempat berhenti sesaat didepan Stadion Amsterdam Arena yang sehari-hari menjadi kandang klub Eredevisie (liga divisi utama sepakbola Belanda), Ajax Amsterdam, itu segera bergerak menuju ke arah kota dari Bandara Schiphol yang ada di Kota Schiphol.

Baca: Asyiknya Foto Rame-rame di Volendam Belanda Memakai Busana Tradisional

Dari Schiphol menuju Amsterdam, diperlukan lebih dari 45 menit menggunakan perjalanan darat (bis double deck tadi).

Halaman
123
Penulis: Heribertus Irwan Wahyu Kintoko
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help