Pakai Stok Lama, Warna Pakaian Dinas Wali Kota Bekasi Tidak Secerah Wakilnya

Politikus Partai Golkar ini menyebut, yang terpenting dari pakaian adalah nilai manfaatnya, bukan penampilan.

Pakai Stok Lama, Warna Pakaian Dinas Wali Kota Bekasi Tidak Secerah Wakilnya
WARTA KOTA/FITRIYANDI AL FAJRI
Kiri-kanan: Wali Kota Bekasi terpilih Rahmat Effendi bersama istri, Gunarti Effendi dan Dwi Setiawati Adhianto Tjahyono dan Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono, sesaat sebelum dilantik menjadi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kota Bekasi periode 2018-2023 di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (20/9/2018) pagi. Tampak Pakaian Dinas Upacara Besar (PDUB) milik Rahmat tidak secerah milik Tri Adhianto karena dibuat sejak 2016 lalu. 

WALI Kota Bekasi terpilih Rahmat Effendi tidak mempersoalkan warna Pakaian Dinas Upacara Besar (PDUB) yang ia gunakan saat proses pelantikan, agak berbeda dengan Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono.

Politikus Partai Golkar ini menyebut, yang terpenting dari pakaian adalah nilai manfaatnya, bukan penampilan.

“Enggak apa-apa warna pakaian saya tidak secerah dengan pak wakil, toh saya pakai baju yang dibeli pada tahun 2016 lalu,” kata Rahmat Effendi, Kamis (20/9/2018).

Baca: Inapgoc Janjikan Pembukaan Asian Para Games 2018 Tak Kalah Keren dari Asian Games

Rahmat Effendi mengaku sudah diingatkan oleh para pegawai, salah satunya Bagian Umum pada Sekretariat Daerah Kota Bekasi, ihwal perbedaan warna itu. Namun, Rahmat Effendi menolak dengan alasan PDUB yang dibeli seharga Rp 2 juta pada 2016 tersebut masih layak dikenakan.

“Pak nanti jelek, enggak sama dengan pakaian pak wakil yang baru dibuat. Karena saya ngelanjutin (petahana Wali Kota) jadi pakai yang lama saja,” ujar Rahmat Effendi saat berkomunikasi dengan aparatur daerah.

Bukan hanya setelan PDUB, sepatu putih yang dikenakan Rahmat Effendi juga tidak secerah Tri Adhianto.

Baca: Dul Definisikan Pacaran Sebagai Ikatan Perpaduan Dua Jiwa yang Sakral

“Apa bedanya? (warna pakaian), udah lah yang seperti itu selesai dan yang sekarang adalah kerja, kerja, dan kerja,” ucapnya.

Menurutnya, PDUB yang dikenakan ini biasanya digunakan sebanyak dua kali setiap setahun. Pertama untuk perayaan HUT Kota Bekasi pada 10 Maret, dan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus.

“Terkadang digunakan juga untuk acara-acara tertentu yang mengharuskan saya mengenakan PDUB,” jelasnya.

Baca: Perbaikan JPO Samsat Daan Mogot Cuma Diganjal Besi, Ini Penjelasan Bina Marga DKI

Dia menambahkan, penjahit PDUB miliknya bukanlah dari sosok yang terkenal seperti halnya pejabat lain. Contohnya, Presiden Joko Widodo yang saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta bersama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Wakil Gubernur DKI Jakarta, yang biasa memesan pakaian kedinasan di Feng Sin Tailor milik Rusman di Gunung Sahari, Jakarta Utara.

“Tukang jahitnya yang biasa saja, enggak ada mereknya juga kok. Untuk proses pencuciannya juga pakai jasa laundry depan rumah saja,” bebernya. (*)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help