Optimalkan Kader, BPJS Kesehatan Menagih Iuran Tunggakan ke Peserta JKN dan KIS Via Telepon

fokus utama BPJS Kesehatan pada tahun 2018 adalah menjaga kesinambungan Program JKN dan KIS.

Optimalkan Kader, BPJS Kesehatan Menagih Iuran Tunggakan ke Peserta JKN dan KIS Via Telepon
Warta Kota/Hamdi Putra
Kantor BPJS Kesehatan 

WARTA KOTA, PALMERAH---Kepala Humas BPJS Kesehatan, M Iqbal Anas Ma'ruf, mengatakan, salah satu fokus utama BPJS Kesehatan pada tahun 2018 adalah menjaga kesinambungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Sampai dengan bulan Juni 2018, kolektabilitas iuran peserta JKN-KIS secara keseluruhan kini mencapai 99 persen.

"Meski demikian, kolektabilitas iuran peserta JKN dan KIS dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau mandiri terbilang masih perlu dioptimalkan, yakni sebesar 54 persen," kata M Iqbal Anas Ma'ruf, Kamis (20/9/2018).

Untuk itu, kata Iqbal, BPJS Kesehatan terus mengerahkan berbagai upaya untuk mendorong kolektabilitas iuran JKN dan KIS.

"Pertama dengan optimalkan perannya kader JKN, khususnya dalam hal reminder dan juga penagihan iuran. Hingga 31 Juli 2018, terdapat 1.599 Kader JKN yang kini bergabung dengan BPJS Kesehatan. Hasilnya terbilang cukup signifikan," kata Iqbal.

Iqbal mengatakan, dari April 2017 sampai Juli 2018 Kader JKN berhasil mengumpulkan iuran sebesar Rp 37,9 miliar. Mulai dari peserta JKN dan KIS yang nunggak sampai dengan 31 Juli 2018.

Upaya lainnya antara lain melalui telekolekting. Sampai dengan Juni 2018, BPJS Kesehatan telah menghubungi lebih dari 1 juta peserta JKN-KIS yang menunggak, serta berhasil kumpulkan sebanyak Rp 33 miliar dari usaha penagihan iurannya melalui sambungan telepon.

Permudah peserta menunaikan kewajibannya membayar iuran, BPJS Kesehatan juga tengah memperluas kanal pembayaran. Hingga akhir Juli 2018, lebih dari 681.389 titik pembayaran iuran JKN-KIS yang audah tersebar di seluruh Indonesia.

"BPJS Kesehatan juga terus koordinasi dengan kementerian/lembaga, dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kepatuhan publik terkait pemenuhan kewajiban untuk membayar iuran. Baik di segmen badan usaha atau peserta perorangan," paparnya.

"Langkah lainnya adalah dengan meluncurkan program angsuran Koperasi Nusantara, cicilan iuran melalui BNI, SMS blast selaku pengingat bayar iuran, dan autodebet. Meski kami sudah membuka beragam alternatif pembayarannya yang seluas-luasnya, tapi kami juga harap para pemangku kepentingan dan stakeholders, bisa turut membantu mendorong kesadaran, serta willingness masyarakat agar tergerak bayarkan iuran JKN-KIS tepat waktu," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help