Diajak Salaman Sama Investor Film Rp 5 Miliar, Joko Anwar Bilang Entar Dulu

Ada orang yang mau ngasih duit, ya miliaran. Maksudnya (biaya produksi) satu film itu antara 3,5-5 miliar. Dia bilang 'Ayo salaman dulu tanda deal',

Diajak Salaman Sama Investor Film Rp 5 Miliar, Joko Anwar Bilang Entar Dulu
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
JOKO Anwar bersama Rapi Film dan CJ Entertaimen akan membawa Pengabdi Setan ke kancah internasional untuk mengharumkan nama Indonesa lewat dunia perfilman. 

Sutradara Joko Anwar mengaku pernah menolak uang miliaran rupiah yang disodorkan seorang investor film.

Bagi Joko dan rekan kerjanya produser Tia Hasibuan dari Lo-Fi Flicks, memproduksi sebuah layar lebar tidak melulu bicara besaran duit yang diinvestasikan.

"Kami cari investor bukan cuma buat cari duit, tapi kami juga cari support system," kata Tia dalam kesempatan makan siang bersama yang diadakan Base Entertainment di Basic Instinct Culinary, Lot 22 Sudirman Central Business District, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2018).

Joko mengatakan bahwa investor bersangkutan ingin segera capai kesepakatan, sementara dia sendiri tak bisa mengiyakan karena bukan seperti itu cara kerja sama yang diharapkan.

"Ada orang yang mau ngasih duit, ya miliaran. Maksudnya (biaya produksi) satu film itu antara 3,5-5 miliar. Dia bilang 'Ayo salaman dulu tanda deal', gue bilang 'Entar dulu, gue selesaikan dulu skenarionya baru lu baca'," ujar Joko.

Joko dan Tia sudah memaklumi tipikal investor semacam ini. Namun, Tia mengingatkan bahwa film diproduksi bersama, bukan sesuatu yang sifatnya jual putus.

"Tapi ada juga investor yang tipenya, 'Udah ini gue kasih duit, nanti gue tinggal dikasih report-nya. Nah kami enggak mau yang kayak gitu, kami mau cari investor yang kerjainnya bareng, 'Lu dapat something dari kami dan kami dapat something dari kalian selain uang ya', ya ada transfer ilmu juga di situ," ujar Tia, wanita yang pernah memproduseri film A Copy of My Mind (2015).

"Ada satu hari kami meeting sama investor, kebetulan besoknya dia mau ke luar negeri. Terus dia yang, 'Ya udah deh sebelum berangkat kita lock dulu, kita salaman dulu', 'Ya enggak mau, orang script-nya belum jadi, jadi dulu terus baca dulu'," lanjutnya.

Tak jarang Joko menggali maksud dan tujuan calon investornya. Joko mengaku penasaran mengapa mereka begitu yakin menginvestasikan uangnya untuk produksi film.

"Kadang kami interview lagi. Ini enggak jarang loh, ketemu, meeting. Ini (tujuan produksi film) buat apa dulu, kalau tujuannya buat gini gini gini enggak bisa," kata Joko.

Halaman
12
Editor: ahmad sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help