Asia Sentinel Minta Maaf dan Cabut Artikel yang Tuding SBY Terlibat Kasus Bank Century

“Kami sangat menyesal atas rasa pedih yang diakibatkan oleh penyelewenganan penghakiman dan keadilan.”

Asia Sentinel Minta Maaf dan Cabut Artikel yang Tuding SBY Terlibat Kasus Bank Century
Asia Sentinel
Asia Sentinel hapus berita SBY. 

MEDIA asing Asia Sentinel akhirnya minta maaf, setelah menuding mantan Presiden Susilo Bambang Yudhono terlibat konspirasi kasus Bank Century.

Dalam artikel berjudul “Indonesia's SBY Government: 'Vast Criminal Conspiracy” pada 10 September lalu, SBY dituduh berperan dalam pencucian uang, setelah dianggap mencuri USD 12 miliar dari pajak rakyat.

Tuduhan serius itu ditulis oleh Pimpinan Redaksi Asia Sentinel John Berthelsen. Berthelsen berani memaparkan hal itu, lantaran memiliki bukti yang didapatkan dari laporan investigasi ke Mahkamah Agung Mauritius setebal 488 halaman. Akhirnya, pihak Asia Sentinel meminta maaf secara terbuka dan mengakui kesalahannya.

Baca: Asia Sentinel Tuding SBY Dalang Kasus Bank Century, Fahri Hamzah Salahkan KPK

“Kami mengakui tidak mencari komentar yang adil dari orang-orang di dalam artikel itu. Artikel itu hanya satu sisi dan mencederai praktik jurnalistik yang adil,” tulis Asia Sentinel, Rabu (19/9/2018).

Saat ini artikel bertajuk “Indonesia's SBY Government: 'Vast Criminal Conspiracy” sudah tidak ditayangkan lagi oleh Asia Sentinel.

“Kami sudah menurunkan berita dari website Asia Sentinel, tapi kami ingin meminta maaf sepenuhnya dan tegas ke mantan Presiden Yudhoyono, Partai Demokrat, dan siapa saja yang dihina dalam artikel tersebut. Sekaligus juga rakyat Indonesia, untuk penghinaan yang mungkin disebabkan oleh cerita itu,” papar mereka.

Baca: Partai Demokrat Laporkan Asia Sentinel ke Dewan Pers

“Kami sangat menyesal atas rasa pedih yang diakibatkan oleh penyelewenganan penghakiman dan keadilan.”

Di akhir paragraf, Asia Sentinel pun mengapresiasi pemerintahan SBY selama 10 tahun kekuasaannya.

“Pada akhirnya. Asia Sentinel ingin menyatakan rasa hormat setinggi-tingginya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sudah melayani negaranya dengan perbedaan, dan dihormati secara luas sebagai negarawan Asia,” tutur Asia Sentinel. (*)

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved