Human Trafficking

Kisah Pilu Wanita Indonesia yang Dijual dan Dinikahkan di China, Menanti Kembali ke Tanah Air (2)

Perdagangan manusia atau human trafficking dengan modus perjodohan dan pernikahan memang paling sulit untuk ditangani.

Kisah Pilu Wanita Indonesia yang Dijual dan Dinikahkan di China, Menanti Kembali ke Tanah Air (2)
Pixabay/sammisreachers
ILUSTRASI Perdagangan manusia atau human trafficking 

PADA bagian pertama dipaparkan nasib LL dan Marisa, dua perempuan Indonesia yang kini berada di China dan menikahi pria negeri itu.

Kedua perempuan itu termakan iming-iming kekayaan dan kehidupan nyaman sehingga rela meninggalkan kampung halaman dan pindah ke Negeri Tirai Bambu.

Sayangnya, kedua perempuan ini tertipu. Mereka kini hidup menderita dan sangat menginginkan bisa pulang kembali ke Tanah Air.

Marisa dan LL adalah dua dari 11 orang perempuan yang mengaku menjadi korban perdagangan orang dengan modus perjodohan di China.

Sejatinya para perempuan ini berjumlah 12 orang, namun seorang perempuan berinisial Y berhasil kabur saat masih ditampung di sebuah apartemen di Jakarta, sebelum diberangkatkan ke China.

Tiga dari 12 perempuan itu masih di bawah umur.

Baca: Kisah Pilu Wanita Indonesia yang Dijual dan Dinikahkan di China, Jadi Mesin Pencetak Anak (1)

Direktur Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Polisi Umar Surya Fana, mengatakan para tersangka pelaku sengaja melakukan "growing process".

"Trafficker meninggalkan sejumlah uang dalam konteks utang atau dalam konteks janji awal. 'Ini sepuluh juta dulu yah, nanti sisanya dikasih tiap bulan'. Ini bagian dari growing process," kata Umar.

Yang dialami ke-11 perempuan tersebut juga bisa dikategorikan sebagai tindak perdagangan orang lantaran "ada pihak ketiga yang mendapatkan keuntungan ekonomi".

"Makanya dibilang trafficking, tindak pidana perdagangan orang, si pedagangnya yang kena. Vivi ini terima duit, dan dua orang lainnya terima duit. Itu ciri trafficking," paparnya.

Halaman
1234
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved