Asia Sentinel Tuding SBY Dalang Kasus Bank Century, Fahri Hamzah Salahkan KPK

Untuk kasus Bank Century, Fahri Hamzah menuding KPK memberikan perlindungan terhadap orang-orang yang terlibat.

Asia Sentinel Tuding SBY Dalang Kasus Bank Century, Fahri Hamzah Salahkan KPK
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menjawab pertanyaan wartawan seusai menjalani pemeriksaan di Direskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (19/3/2018). 

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memiliki pandangan lain soal kasus pemberitaan Asia Sentinel, yang menuding Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalang di balik pencucian uang pembayaran pajak dan bailout Bank Century.

Fahri Hamzah mengatakan, mencuatnya kembali kasus Bank Century menjelang Pemilu Presiden 2019, karena KPK tidak menyelesaikan kasus tersebut.

"Ya pokoknya itu otaknya, kalau tangan pun itu tangan dari KPK, karena KPK yang meng-hold kasus itu," kata Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Baca: Media Asing Tuding Pemerintahan SBY Curi Pajak Rp 177 Triliun, Demokrat: Omong Kosong dan Fitnah

Menurut Fahri Hamzah, KPK sering bermain politik dengan memilah kasus yang ditangani. Untuk kasus Bank Century, Fahri Hamzah menuding KPK memberikan perlindungan terhadap orang-orang yang terlibat.

"Di dalam KPK itu banyak orang yang melindungi dan punya conflict of interest dengan Bank Century," ujarnya.

Fahri Hamzah mengaku mengetahui semua seluk beluk KPK. Termasuk , friksi dan faksi-faksi yang ada di dalamnya.

Baca: Partai Demokrat Laporkan Asia Sentinel ke Dewan Pers

"Makanya KPK saya duga sekarang ini sudah menjadi elemen politik, saya kalau ngomong begini bukan karena tidak tahu yang di dalam, tinggal enggak ngomong aja bahwa si ini ngeblok ke sini, si ini ngeblok ke sini, si ini bikin geng ini, dan si itu bikin geng itu," paparnya.

Sebelumnya, pemberitaan Asia Sentinel yang menyudutkan SBY, kembali mencuat setelah beredar foto Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bersama pimpinan media Asia Sentinel. Foto tersebut menimbulkan dugaan bahwa Istana terlibat dalam pemberitaan Asia Sentinel.

Juru Bicara Presiden Johan Budi membantah tudingan pihak Istana terlibat dalam pemberitaan Asian Sentinel yang berjudul 'Indonesia's SBY Government: Vast Criminal Conspiracy'.

Baca: SBY: Akan Saya Kejar Sampai ke Ujung Dunia Siapa Pun yang Berusaha Merusak Nama Baik

"‎Saya kira enggak ada hubungan sama sekali. Di mana letak kesimpulan mem-backing itu, di mana? Kan harus ada data atau korelasi yang valid, kemudian bisa disimpulkan ada hubungan dengan Istana," tutur Johan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Menurut Johan, selama ini hubungan Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, berjalan baik dan tidak ada masalah.

"Jadi jangan kemudian apa-apa selalu dikaitkan dengan Istana. Saya pikir enggak ada persoalan Istana dengan Pak SBY, hubungannya baik-baik saja. Jangan belum apa-apa langsung dikaitkan, kasihan Pak Presiden kita ini sedang bekerja keras," ucap Johan.

Baca: Politikus PAN Ingatkan Netizen Pendukung Gerakan #2019GantiPresiden Waspadai Modus Saling Follow

‎Johan yang kini menjadi politikus PDIP itu pun meluruskan kabar foto Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bersama pimpinan media Asia Sentinel, yang menyebut Bank Century sebagai Bank SBY.

"Itu pas pertemuan apa saya enggak tahu. Pas ramai-ramai ada pertemuan, ‎yaang ketemu banyak Pemred (pemimpin redaksi) jangan kemudian di-simplified, disimpulkan ke situ (terlibat dalam pemberitaan), jauh sekali. Itu namanya, istilahnya jumping conclusion," beber Johan. (Taufik Ismail)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved