Media Sosial

Posting Pakta Integritas Ijtima Ulama untuk Prabowo, Netizen Minta Titiek Soeharto Jadi Ibu Negara

Beragam komentar positif dituliskan, termasuk keinginan masyarakat agar Mbak Titiek dan Prabowo dapat rujuk kembali.

Posting Pakta Integritas Ijtima Ulama untuk Prabowo, Netizen Minta Titiek Soeharto Jadi Ibu Negara
instagram @prabowomenyapa
Postingan foto @prabowomenyapa yang membuat warganet baper dan minta Prabowo rujuk dengan Titiek Soeharto. 

SITI Hediati Hariyadi yang akrab disapa Mbak Titiek Soeharto kembali menunjukkan perhatiannya kepada calon presiden (capres) Prabowo Subianto.

Perhatian itu terlihat dari postingan Mbak Titiek dalam akun Instagramnya @titieksoeharto pada Senin (17/9/2018) malam. Tidak ada kalimat yang dituliskan dalam statusnya, Mbak Titiek memosting Pakta Integritas Ijtima Ulama Kedua yang ditujukan untuk Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Postingannya pun disambut ramai masyarakat. Beragam komentar positif dituliskan, termasuk keinginan masyarakat agar Mbak Titiek dan Prabowo dapat rujuk kembali.

"Ada yg kurang Bu harus by ada nama ibu ibu titik soehato Prabowo jadi ibu negara," tulis @armandwijaya1

"Subhanallah... Smoga allah menjadikan beliau Pemimpin negeri ini Aamiin," tambah @edoyfirman.

"Alhamdulillah..smoga Bpk H. Prabowo dan Sandiaga Uno kelak menjd Presiden dan wakil Presiden 2019," tulis @yettyyamin.

Baca: Ini Asal-usul Putri Sulung Soeharto Dipanggil dengan Nama Mbak Tutut

Dukungan serupa sebelumnya disampaikan Mbak Titiek untuk mantan suaminya itu pada Sabtu (15/9/2018) lalu.

Dirinya memosting delapan alasan mengapa memilih Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Delapan poin tersebut antara lain, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dapat membuat harga kebutuhan pokok terjangkau, ciptakan lapangan kerja, pilihan Ijtima Ulama, pilihan buruh, dan tidak suka berbohong.

Baca: Pertahankan Tas, Mahasiswi UIN Ciputat Terseret Lalu Dipukul Jambret

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga ia nilai membela kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dapat berantas korupsi, dan kombinasi militer-sipil.

Halaman
123
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help