Kata SBY, Program-programnya Saat Jadi Presiden Dikemas Ulang oleh Pemerintahan Jokowi

SBY menyebutkan, setidaknya ada sembilan program yang diinisiasi pemerintahan pada zamannya, untuk memberi bantuan kepada masyarakat.

Kata SBY,  Program-programnya Saat Jadi Presiden Dikemas Ulang oleh Pemerintahan Jokowi
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhono menyampaikan pidato politiknya dalam acara HUT ke-17 Partai Demokrat di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2018). Acara itu mengangkat tema Utamakan Rakyat dan Bangun Politik yang Beradab. 

DALAM pidato politiknya, Senin (17/9/2018), Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan pemerintah sekarang mengemas ulang serta mengganti nama program-programnya ketika menjadi presiden.

“Dewasa ini kita mendengar program-program (di zaman SBY) diganti nama dan dikemas ulang, namun itu hak pemerintah sekarang. Yang penting bagi Partai Demokrat negara tidak mengabaikan bantuan kepada masyarakat kecil,” ujar SBY di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat.

SBY menyebutkan, setidaknya ada sembilan program yang diinisiasi pemerintahan pada zamannya, untuk memberi bantuan kepada masyarakat.

Baca: Sukses Asian Games 2018 Bikin Indonesia Pede Ikut Bidding Olimpiade 2032

Yang pertama adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Bantuan Langsung Sementara (BLSM), kemudian memberikan raskin (beras untuk orang miskin) sebagai bagian dari PKH (Program Keluarga Harapan), dan Jamkesmas serta BPJS untuk menjamin pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Kita juga memberi bantuan kepada lansia dan disabilitas, memberi bantuan operasional sekolah (BOS) dan Bidikmisi di bidang pendidikan, memberi bantuan KUR untuk pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta pembuat program PNPM untuk pembangunan di kecamatan termasuk infrastruktur di desa yang diperkuat dengan dana desa sebagai implementasi UU Desa Tahun 2014,” beber SBY.

SBY juga mengaku di zamannya memberikan kenaikan upah bagi TNI, Polri, pegawai negeri, guru, dan buruh secara signifikan.

Baca: Jokowi Targetkan Indonesia Finis di Posisi Tujuh Besar pada Asian Para Games 2018

Presiden keenam RI itu juga mengklaim memberi bantuan subsidi bagi nelayan, petani, dan peternak. Ia pun mengenang saat menelurkan program-program itu mendapat sindiran dari banyak pihak.

“Banyak yang mengatakan bantuan itu tidak produktif dan bersifat konsumtif, tapi saya tidak setuju, karena negara wajib membantu rakyatnya saat susah dan tidak mampu,” tegasnya. (Rizal Bomantama)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved