Jual Obat Daftar G, Dua Pemuda Dicokok Polisi

Akibat perbuatannya, keduanya terancam hukuman penjara minimal lima tahun lantaran dianggap melanggar

Jual Obat Daftar G, Dua Pemuda Dicokok Polisi
Warta Kota/Rangga Baskoro
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono dan jajarannya saat menunjukkan barang bukti obat terlarang. 

DUA orang pemuda berinisial AMW (23) dan AB (23) yang merupakan distributor obat diamankan jajaran Industri dan Perdagangan (Indag) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya.

Pasalnya, mereka menjual obat-obatan yang kini masuk dalam daftar 'G'.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, para pelaku diamankan di tempat berbeda, AMW di Babelan, Kabupaten Bekasi dan AB di Tambora, Jakarta Barat.

"Dari tangan keduanya, kita mengamankan 15.367 butir yang kebanyakan diantaranya merupakan daftar G, diantaranya Heymer Trihephenidly, dan Tramadol," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa (18/9).

Obat yang terdapat G kerap disalahgunakan pelaku kriminal untuk berbuat kejahatan.

Di mana obat-obatan itu kini telah tersebar luas di wilayah Jabodetabek.

Untuk diketahui, Obat daftar G dilarang untuk dijual tanpa resep dokter.

Argo sendiri mengakui, penindakan terhadap obat daftar G bukanlah kali pertama, sebelumnya sering dilakukan Ditreskrimsus mulai dari pabrik, toko, hingga konsumenya.

Upaya penindakan itu tak serta lenyap dari peredaran.

"Terhadap dua pelaku AMW dan AB sendiri operasi keduanya sudah dilakukan setahun terakhir. Selama itu keduanya menjual obat dengan harga Rp 6 ribu hingga Rp 20 ribu ke beberapa remaja yang kemudian disalahgunakan untuk tawuran dan aksi kriminal lainnya. Penggunaan obat menambah keberanian hingga percaya diri. Mereka mendapatkan keuntungan Rp 1 juta per hari," beber Argo.

Halaman
12
Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help