Pilpres 2019

Prabowo Subianto: Kita Tambah Miskin

Ia juga mempertanyakan ke mana alokasi penggunaan utang yang jumlahnya semakin menumpuk itu.

Prabowo Subianto: Kita Tambah Miskin
Warta Kota/Henry Lopulalan
Bakal calon presiden Prabowo Subianto usai mendatangi rumah SBY di Jalan Mega Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Rabu (12/9/2018). 

BAKAL calon presiden Prabowo Subianto mengatakan, kekayaan Bangsa Indonesia dibawa pergi ke luar negeri dan kini hanya meninggalkan utang.

Ia juga mempertanyakan ke mana alokasi penggunaan utang yang jumlahnya semakin menumpuk itu.

Dia juga menyinggung soal nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang kian melemah. Prabowo Subianto menyebut Bangsa Indonesia saat ini sedang dalam kondisi ekonomi yang terpuruk.

Baca: Atasi Krisis Air Bersih, Pemkab Bekasi akan Bikin 108 Sumur Bor

Prabowo Subianto juga menyebut rakyat Indonesia telah sadar bahwa kekayaan negara ini sejatinya tidak berada di tangan Indonesia sendiri.

"Rakyat kita sudah sadar, kekayaan Bangsa Indonesia tidak berada di Indonesia," ujar Prabowo Subianto dalam pidatonya di acara pembekalan bakal calon legislatif PAN di Hotel Grand Paragon, Jakarta Barat, Minggu (16/9/2018).

"Kunci kemakmuran adalah bagaimana pemerintah mengelola kekayaan nasional, dan indikator sekarang menunjukan kekayaan Indonesia dibawa terus ke luar negeri sampai hari ini, yang tinggal di Indonesia adalah utang-utang yang menurut saya patut dipertanyakan ke mana penggunaannya itu," paparnya.

Baca: Baru Dapat Kerja, Pemuda Tewas Gantung Diri di Kamar Kos Temannya

Lebih jauh, Prabowo Subianto melakukan hitung-hitungan terhadap perkasanya dolar atas rupiah saat ini, yang sempat menembus Rp 15 ribu per dolar AS.

Katanya, Indonesia lebih miskin dua per tiga kali jika merujuk pada nominal Rp 9.000 per dolar AS pada lima tahun lalu, dengan uang yang sama di tahun ini.

"Kita tambah miskin. Sekarang kita beli barang dengan uang yang sama tidak bisa, padahal gaji kita tidak naik. Artinya kita miskin dua per tiga," tutur Prabowo Subianto.

Baca: Bangunan Rubuh Saat Dicor, Seorang Pekerja Diduga Masih Terjebak

Untuk itu, dia menyebut Indonesia butuh perbaikan secepatnya. PKS, PAN, dan Partai Gerindra ia klaim bisa membawa perubahan tersebut.

Prabowo Subianto menyatakan siap dijadikan alat membawa kemaslahatan ummat, menyejahterakan rakyat, dan merebut kembali ekonomi Indonesia.

"Kalau saya jadi presiden, saya bertekad bahwa saya harus jadi alat bangsa dan umat," tegasnya. (Danang Triatmojo)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help