Polri Siap Hadapi Gugatan Praperadilan Pengusaha Gunawan Jusuf

"Ya itu biasa saja dalam proses penyidikan kita dipraperadilankan, kita akan siapkan jawaban dan upaya-upaya,"

Polri Siap Hadapi Gugatan Praperadilan Pengusaha Gunawan Jusuf
Warta Kota/Feryanto Hadi
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 

Polri menyatakan siap dan optimis terhadap gugatan praperadilan yang diajukan pengusaha gula Gunawan Jusuf.

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Komisaris Besar Polisi Daniel Silitonga menyatakan siap menghadapi gugatan praperadilan yang diajukan Gunawan Jusuf.

Gunawan mengajukan Praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait statusnya sebagai saksi terlapor.

Rencananya sidang akan digelar pada Senin (17/9/2018)pukul 09.00 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Ya itu biasa saja dalam proses penyidikan kita dipraperadilankan, kita akan siapkan jawaban dan upaya-upaya," tutur Daniel saat dihubungi wartawan.

 Praperadilan ini diajukan dengan tergugat Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Bareskrim Polri, terkait kasus dugaan penggelapan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Gugatan praperadilan sudah didaftarkan pada (30/8/2018) lalu, dengan nomor 102/Pid.pra/2018/PNJktSel.

Kasus itu tercatat dilaporkan pada 2016 lalu di Mabes Polri dengan pelapor Toh Keng Siong dan terlapor Gunawan Jusuf. Penyidik Mabes Polri pun telah menaikkan status penyelidikan menjadi penyidikan sejak September 2016. 

Daniel juga menyatakan sudah menyiapkan saksi ahli untuk dihadirkan pada persidangan praperadilan nanti

Sementara Kuasa Hukum Toh Keng Siong, Bambang Hartono mengaku heran dengan adanya gugatan Praperadilan tersebut. "Kalau sepengetahuan saya dia itu (Gunawan) baru dipanggil sebagai saksi. Juga Irwan PT Makindo. Kalau sesuai pasal 77 Kuhap, status saksi belum ada satu tindakan yang mengenakan saksi kecuali kalau sudah jadi tersangka, terjadi kerugian, baru bisa praperadilan," ujarnya saat dihubungi.

Menurutnya, pengajuan praperadilan itu belum tepat, dan tidak sesaui kuhap. "Akan jadi presenden buruk bahwa saksi bisa mengajukan praperadilan dan menang dengan satu kuasa hukum," ujarnya.

Bambang mengaku belum tahu dasar hukum saksi bisa mengajukan praperdailan terhadap Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) padahal bukan berstatus tersangka. "Praperadilan kan untuk tersangka, ini kok untuk SPDP bisa ajukan?" tuturnya.

Dikatakannya, kliennya pernah melaporkan Gunawan Jusuf ke Bareskrim atas kasus sama pada 2004. Kemudian diputuskan dihentikan oleh Polisi karena dianggap bukan tindak pidana. "Dulu yang dilaporkan GJ dan istri, tapi sekarang ada dugaan money laundry nya, bahwa itu (kasus) berbeda dan tidak sama. Pembuktian pun nanti tidak sama, karena kita punya bukti aliran dana dari Toh Keng Siong ke Makindo," jelasnya.

Ia berharap pengadilan Negeri Jakarta Selatan berlaku adil dan jujur bahwa saksi tidak bisa mengajukan praperadilan. "Ini harus dipantau, saya minta publik mengawasi satu tindakan hakim, termasuk juga Komisi Yudisial," tuturnya. 

Untuk diketahui, dugaan penggelapan dan TPPU ini bermula ketika Toh Keng Siong menginvenstasikan dananya ke PT Makindo dengan direktur utama yakni Gunawan Jusuf. Sejak 1999 hingga 2002, total dana yang diinvestasikan dalam bentuk Time Deposit mencapai ratusan juta dolar AS dalam bentuk Time Deposit. Namun dana itu diduga digunakan untuk membeli pabrik gula melalui lelang BPPN dan tidak juga dikembalikan hingga kini.

Editor: ahmad sabran
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved