VIDEO: Ketua Kowani Tak Setuju Semua Wanita Disebut Emak-emak

Kami tidak setuju, tidak ada 'the power of emak-emak', yang ada 'the power of Ibu Bangsa',"

Ketua Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo tidak sepakat jika perempuan Indonesia disebut dengan 'emak-emak'.

"Kami tidak mau kalau perempuan-perempuan Indonesia yang sudah mempunya konsep Ibu Bangsa sejak tahun 1935 sebelum kemerdekaan, kalau dibilang emak-emak. Kami tidak setuju, tidak ada 'the power of emak-emak', yang ada 'the power of Ibu Bangsa'," ujar Giwo Rubianto pada video yang telah beredar di sosial media.

Kepala divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menanggapi pernyataan tersebut.

Melaui akun Twitter pribadinya @LawanPolitikJW pada Minggu (16/8/2018) Ferdinand mempertanyakan mengapa Ibu bangsa melarang kata emak.

Ia juga berpikir bahwa Giwo harus lebih banyak membaca keragaman nusantara.

"Jika benar kalimat dalam video ini disampaikan oleh ibu ini, mk saya pikir ibu ini perlu refleksi saraf2 otak dan lebih banyak membaca keragaman nusantara.

Di Jawa sana msh banyak panggilan si Mbok, dikampungku dipanggil Emak atau Omak.

Ibu bangsa koq melarang kata Emak?," tulis Ferdinand.

Ferdinand juga me-retweet unggahan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar yang mengunggah sebuah buku berjudul Emak.

Dalam unggahannya, buku tersebut ditulis oleh Almarhum Daoed Joesoef, Dahniel juga menjelaskan bahwa kata emak adalah simbol cinta yang dalam.

"Buku yg ditulis almarhum Daoed Joesoef ini adalah salah satu buku yg enak dibaca dan penting, tentang EMAK beliau....emak adl panggilan paling "dalem" simbol cinta terdalam, kata dan panggilan yg bs membuat semua hati tersentuh, bahkan bagi setiap anak, emak adl energi," tulis Dahnil.

Simak videonya di atas!(Tribun-Video.com/Yulita Futty Hapsari)

Editor: ahmad sabran
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved