Sudin KUMKMP Jakbar Kembali Panggil Pedagang Binaan yang Nunggak Retribusi

Sudin KUMKMP Kota Jakarta Barat tidak segan-segan akan minta pedagang untuk angkat kaki dari kios loksem atau lokbin tersebut.

Sudin KUMKMP Jakbar Kembali Panggil Pedagang Binaan yang Nunggak Retribusi
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Kepala Suku Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) Kota Administrasi Jakarta Barat, Nur'aini Silviana. 

PIHAK dari Suku Dinas (Sudin) Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP), kembali panggil sejumlah pedagang binaan baik itu Lokbin dan Loksem se-Jakarta Barat, yang dimana masih menunggak dalam pembayaran retribusinnya, pada Senin (17/9/2018).

Apabila mangkir, Sudin KUMKMP Kota Jakarta Barat tidak segan-segan akan minta pedagang untuk angkat kaki dari kios loksem atau lokbin tersebut.

"Permasalahan di sini ialah dimana pedagang awalnya mengeluh minta tempat. Giliran kami sudah memberikan dengan persyaratan untuk bayar retribusi, justru tak diindahkan. Rata-rata menunggak itu banyak alasannya dari mereka. Besok akan dilakukan pemanggilan. Bila nekat mangkir atau tak membayar retribusi, silahkan angkat kaki dari kios," ungkap Nur'Aini Silviana sebagai Kasudin KUMKMP Jakarta Barat pada Minggu (16/9/2018).

Silvi, sebut banyak pedagang yang bandel tak membayar retribusi tersebut. Pihaknya, sudah berkali-kali lakukan sosialisasi agar pedagang tertib dalam membayar retribusi.

Namun apa daya, ujar Silvi, para pedagang pun dinilai malas membayar retribusi tersebut, dan kucing-kucingan dengan petugas. Menurutnya, banyak pedagang yang enggan bayar retribusi sehingga yang mulai dari peneguran (bersurat) dan pemanggilan, aktif dilaksanakan pihaknya.

"Surat teguran yang saya yakin hanya sekedar dibaca saja oleh pedagang. Maka, terpaksa ya kami melakukan pemanggilan ke kantor. Jelas, ini sangat efektif bagi kami agar kami pun juga dapat mengetahui masalah-masalah yang kini dihadapi oleh pedagang di lapangan," ucapnya.

Pelaksanaan pemanggilan terhadap pedagang yang nunggak dalam pembayaran retribusinya, dinilai efektif. Dikatakan Silvi kembali, nampak beberapa pedagang yang mulai pahami terkait kedisiplinan dalam membayar retribusi.

"Mengenai tunggakan retribusi pedagang dari Januari 2015 hingga 31 Agustus 2018, senilai Rp 1,13 Miliar. Namun, berkat pemanggilan itu beberapa pedagang mulai bayar tunggakan di retribusinya dan dalam sebulan ini, terkumpul Rp 350-an Juta. Ditargetkan, akhir tahun 2018 tak ada tunggakan," ungkapnya.

Dikatakan Silvi, ditahun ini pihaknya targetkan pembayaran retribusi ini, sebesar Rp 2,1 Miliar. Ternyata hingga Agustus 2018 pihaknya nyaris capai target, yakni sebesar Rp 1,8 Miliar lebih.

"Makanya Sudin KUMKMP untuk kedua kalinya mendapat yang terbaik retribusi pedagang, se-DKI Jakarta. Walau masih ada tunggakan kami tak henti untuk lakukan pemanggilan terhadap para pedagang binaan yang masih menunggak retribusinya," paparnya.

Terhitung, dari 44 lokasi binaan, terdapat 2000 PKL yang berdagang di Kota Jakarta Barat. 44 lokasi binaan itu merupakan lokasi sementara dan lokasi binaan. Sementara soal teknis pada pembayaran retribusi oleh pedagang binaan di Jakarta Barat disetorkan langsung ke rekening Bank Mandiri.

"Dari 44 lokasi binaan, kios yang berlokasikan di Jalan Krendang Utara Pinggir Kali Cibubur tak pernah membayar retribusi. Bahkan, lokasi tersebut memiliki tunggakan retribusi terbesar mencapai Rp 94.374.000," ucapnya.

Sementara itu, ada tujuh kios lainnya yang tak bayar retribusi berada di Jalan Kusuma di Blok A5, di Jalan Sawah Lio, Jalan Pejagalan Raya, dan di Jalan Pangeran Jayakarta, Jalan Pasar Glodok Barat, Jalan Tangki Lio Timur dan juga di Jalan Tamansari VI Asamreges.

"Jadi delapan kios yang belum bayar retribusi. Paling besar di kelurahan Krendang, Tambora," ujarnya. (BAS)

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved