Mayat Bayi Laki-laki Mengapung di Kali Kepu Bekasi

Oleh petugas, jenazah bayi yang telah mengeluarkan aroma tidak sedap itu langsung dievakuasi ke RS Polri Kramatjati,

Mayat Bayi Laki-laki Mengapung di Kali Kepu Bekasi
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Warga berkerumun saat ditemukan mayat bayi di Kali Kepu daerah Kampung Gabus Singkil RT 03/04, Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi pada Minggu (16/9) pagi. 

SESOSOK mayat bayi laki-laki ditemukan mengapung di Kali Kepu daerah Kampung Gabus Singkil RT 03/04, Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi pada Minggu (16/9) pagi.

Oleh petugas, jenazah bayi yang telah mengeluarkan aroma tidak sedap itu langsung dievakuasi ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur untuk keperluan penyelidikan.

Salah seorang warga Romanah (43) mengatakan, kasus penemuan mayat bayi ini menggeparkan penduduk sekitar.

Saat itu, dua warga bernama Yani dan Widia yang tinggal menghadap ke arah kali, dibuat penasaran dengan sebuah benda yang mengapung di kali.

Benda yang awalnya dikira boneka ini sempat tertutup dengan tanaman eceng gondok yang hidup di permukaan air dan mengeluarkan aroma busuk.

"Saat dicek, nggak tahunya mayat bayi, warga langsung melapor ke perangkat desa yang kemudian diteruskan ke polisi," kata Romanah pada Minggu (16/9).

Menurut dia, peristiwa menggeparkan ini baru pertama kali terjadi. Biasanya yang mengambang di kali itu seperti sampah plastik, kayu dan ranting pohon.

"Kasihan bayinya, pasti hasil dari hubungan gelap orangtuanya atau di luar pernikahan sehingga nekat membunuhnya," ujarnya.

Kepala Sub Bagian Humas Polrestro Bekasi Komisaris Sukrisno mengaku, sudah mendapat kabar adanya penemuan mayat bayi laki-laki tersebut.

Saat ini, anggota Polsek Tambun sedang menangani kasus tersebut.

Dugaan sementara, bayi yang diperkirakan baru dilahirkan itu dibuang karena hasil hubungan gelap orangtuanya.

Karena itu, petugas akan mengecek ke beberapa rumah sakit atau dokter yang menangani proses melahirkan untuk mencari identitas orangtua si jabang bayi.

"Kasusnya masih diselidiki petugas," ujarnya.

Apabila pelaku tertangkap, akan dijerat dengan Pasal 77 dan 80 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, yang bakal dihukum penjara di atas lima tahun. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help