LBH di Tangsel Nilai Menkumham Kerja Tidak Becus Didesak Mundur

Ombudsman mendapati sel narapidana korupsi Setya Novanto terbilang mewah dibanding sel lainnya.

LBH di Tangsel Nilai Menkumham Kerja Tidak Becus Didesak Mundur
Warta Kota/Andika Panduwinata
Ketua Pengurus LBH Keadilan, Abdul Hamim Jauzie. 

LEMBAGA Bantuan Hukum (LBH) Keadilan Tangerang Selatan menilai Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly kinerjanya tidak becus. Dan didesak untuk bersikap ksatria untuk mundur dari jabatannya itu.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua Pengurus LBH Keadilan, Abdul Hamim Jauzie.

Ia menjelaskan banyak rentetan kasus yang ditemui saat Yasonna menjalani tugasnya sebagai Menteri.

Seperti pada Kamis (13/9/2018) kemarin Ombudsman melakukan sidak di Lapas Sukamiskin.

Ombudsman mendapati sel narapidana korupsi Setya Novanto terbilang mewah dibanding sel lainnya.

Kamar Novanto dilengkapi toilet duduk, kasur, selimut, meja dan rak buku.

Pada 21 Juli lalu, LBH Keadilan mengusulkan agar Menkumham untuk membentuk tim independen yang bertugas melakukan audit pengelolaan Lapas.

Selanjutnya hasil audit dijadikan bahan evaluasi. Dan cetak biru atau blue print untuk perbaikan pengelolaan Lapas ke depan.

"Janji Kementerian Hukum dan HAM untuk melakukan perbaikan pasca OTT Kalapas Sukamiskin tidak terbukti. Karena nyatanya Ombudsman masih menemukan perlakukan istimewa terhadap narapidana kasus korupsi," ujar Hamim kepada Warta Kota di Pamulang, Tangerang Selatan, Minggu (16/9/2018).

Ia meminta Menteri Hukum dan HAM mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggung jawaban atas kegagalannya melakukan perbaikan pengelolaan Lapas.

Halaman
12
Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help