IPW Nilai Ada Sejumlah Kendala Penerapan E-Tilang di Jakarta

Sebenarnya kota Bandung dan Surabaya sudah lebih siap menerapkan e-tilang ketimbang Jakarta

IPW Nilai Ada Sejumlah Kendala Penerapan E-Tilang di Jakarta
Warta Kota/Feryanto Hadi
Jajaran Ditlantas Polda Metro Jaya menggelar operasi penertiban lalu lintas di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur. 

INDONESIA Police Watch (IPW) mendukung penuh rencana Polri yang akan menerapkan elektronik tilang atau e-tilang di sejumlah jalan protokol di Jakarta dalam waktu dekat.

Namun ada sejumlah kendala dalam proses penerapan e-tilang yang harus dicermati serius oleh semua pihak agae sistem ini efektif.

Yakni mulai dari budaya dan mentalitas di Polri dalam perawatan infrastruktur teknologi selalu tak pernah konsisten, sampai masih banyaknya masyarakat pemilik kendaraan tangan kedua, yang enggan melakukan balik nama

Hal itu diungkapkan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, Minggu (16/9/2018).

"Membangun budaya IT di Polri, untuk menerapkan E-Tilang akan banyak kendala. Pertama, mentalitas aparatur kepolisian dalam merawat infrastuktur E-Tilang, patut dipertanyakan.Karena selama ini yang namanya perawatan IT oleh Polri biasanya tidak konsisten. Kedua pengawasan terhadap pengemudi yang terkena E-Tilang mesti maksimal dan tidak hanya berdasarkan surat atau buku pemilik kendaraaan bermotor atau BPKB," papar Neta.

"Karena masih banyak pemilik kendaraan tangan kedua, yang sudaj bertahun-tahun ogah balik nama di surat BPKB kendaran mereka. Padahal agar E-Tilang berjalan efektif, balik nama di buku BPKB, dalam jual beli kendaraan, menjadi sebuah keharusan," katanya.

Walaupun masih banyak kendala yang membelenggu, kata Neta, Polri harus tetap menerapkan e-tilang dan kemudian konsisten secara simultan mengevaluasinya agar e-tilang benar benar bisa menumbuhkembangkan budaya IT di Polri.

"Di banyak negara, kepolisiannya sudah mengandalkan IT dalam mengantisipasi maupun menjaga keamanan masyarakat. Termasuk dalam menindak pelanggar lalulintas. Teknologi adalah solusi dalam menutupi rasio polisi dengan masyarakat," kata Neta.

Dari pantauan IPW, tambah Neta, sebenarnya kota Bandung dan Surabaya sudah lebih siap menerapkan e-tilang ketimbang Jakarta.

Untuk itu e-tilang memang lerlu diterapkan di sejumlah kota besar, untuk kemudian diterapkan secara luas di Indonesia.

Bandung dan Surabaya peralatan dan alat pemantau lalulintas sudah sangat memadai.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved