Drama Kolosal Betawi di TMII Pukau Penonton

Anjungan DKI Jakarta mengelar acara seni Betawi yang dikemas melalui drama kolosal dengan tema 'Juara Jangan Jumawa'.

Drama Kolosal Betawi di TMII Pukau Penonton
Warta Kota
Anjungan DKI Jakarta mengelar acara seni Betawi yang dikemas melalui drama kolosal dengan tema 'Juara Jangan Jumawa'. 

Dalam menjaga eksistensi kebudayaan Betawi, pihak anjungan DKI Jakarta Taman Mini Indonesia Indah (TMII) terus berupaya mengelar berbagai upaya pagelaran seni Betawi.

Seperti yang digelar pada Sabtu (15/9) malam kemarin. Dimana Anjungan DKI Jakarta mengelar acara seni Betawi yang dikemas melalui drama kolosal dengan tema 'Juara Jangan Jumawa'. Tak hanya drama kolosal berbagai tarian khas betawi pun seperti tari topeng tak luput di tampilkan.

Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Agus Suradika mengatakan bahwa kegiatan seperti ini adalah salah satu peraturan Menteri nomor 10 tahun 2014 tentang pelestarian tradisi yang harus tetap terjaga.

"Kegiatan ini adalah sebagai bentuk implementasi sesuai dengan peraturan menteri nomor 10 tahun 2014. Oleh sebab itu, kita dukung sebagai bentuk promosi melestarikan aset bangsa yang harus di lestarikan," kata Agus, Sabtu (15/9/2018).

Menurut Agus, Pemprov DKI sendiri terus gencar melakukan kegiatan seni, salah satunya yang ia contohkan adalah memberikan fasilitas panggung bagi pencinta seni untuk menampilkan bakatnya di Monumen Nasional (monas).

"DKI saat ini memang mengiatkan berbagai macam kegiatan seni. Sehingga membawa jakarta lebih berkebudayaan yakni budaya betawi dan tidak menutup potensi budaya lain juga ikut berkembang," katanya.

Sementara itu, Plt Dinas Pariwisata DKI Jakarta, Asiantoro mengatakan bahwa adanya drama kolosal dengan tema 'Juara Jangan Jumawa'. Yakni ingin menyampaikan pesan kepada para atlet-atlet kita yang telah juara di ajang Asian agar tidak sombong, dan terus menjadi yang terbaik atas nama bangsa.

"Ini salah satu bentuk pelestarian kita terhadap budaya Betawi. Apalagi rating kita ini lagi naik setelah Asian Games kemarin, jadi kita menjaga agar tetap hangat. Nah drama kolosal sendiri sebagai pesan apalagi kita peringkat empat, jadi jangan puas dengan hasil tersebut tetapi terus berjuang lagi," katanya.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga menghadirkan beberapa artis-artis betawi sebagai pemeran lenong, apalagi lenong adalah salah satu kebudaya betawi yang harus tetap terjaga eksistensinya.

"Tadi banyak yang kita tampilkan dari lenong, gambang kromong, tari topeng. Apalagi tari topeng saat ini udah jarang dilakukan, jadi kita ingin yang mulai hilang itu di munculkan kembali untuk tetap dilestarikan jangan sampai hilang," katanya.

Sedangkan Kepala UPT Anjungan dan Graha Wisata TMII, Fadlan Zuhran mengatakan bahwa pihaknya mengaku sangat puas dengan apa yang telah di tampilkan terlebih mengenai budaya Betawi.

"Kita bisa lihat ya tadi pengujung yang datang juga sangat antusias, jadi kita bisa dapat melihat bahwa Budaya Betawi itu masih sangat di minati, apalagi kita juga sediakan kuliner betawai seperti kerak telor, selendang mayang, soto betawi dan juga bir pletok," katanya.

Kedepan pihaknya mengaku akan terus berusaha menyajikan berbagai macam kegiatan seni dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga hal itu akan menjadikan budaya Indonesia tetap terjaga. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved