Belasan PSK Terjaring Razia di Kabupaten Bekasi

Mereka terjaring razia saat menunggu kedatangan pria hidung belang yang hendak menggunakan jasanya.

Belasan PSK Terjaring Razia di Kabupaten Bekasi
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Petugas Satpol PP saat menggiring PSK yang terjaring razia, Minggu (16/9) dini hari. 

SEBANYAK 14 wanita pekerja seks komersial (PSK) di Kabupaten Bekasi terjaring razia petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pemerintah setempat pada Minggu (16/9) dini hari.

Mereka terjaring razia saat menunggu kedatangan pria hidung belang yang hendak menggunakan jasanya.

Kepala Satpol PP Kabupaten Bekasi, Hudaya mengatakan mereka diamankan di tiga tempat di Kecamatan Cibitung, yakni Tenda Biru, Tenda Merah dan pinggir Jalan Kalimalang.

Seorang PSK terjaring razia saat menunggu kedatangan pria hidung belang yang hendak menggunakan jasanya, Minggu (16/9) dini hari.
Seorang PSK terjaring razia saat menunggu kedatangan pria hidung belang yang hendak menggunakan jasanya, Minggu (16/9) dini hari. (Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri)

Setibanya di sana, para perempuan yang mengenakan pakaian seksi ini langsung berhamburan pergi untuk menghindar jeratan petugas.

"Mereka yang kami amankan langsung dibawa ke Panti Sosial di Jakarta Timur untuk diberikan pembinaan," kata Hudaya pada Minggu (16/9).

Hudaya menduga, rencana razia itu sudah bocor sebab yang berhasil terjaring hanya 14 orang.

Sementara di tempat itu, biasanya ada puluhan wanita malam yang menunggu kedatangan pria hidung belang.

"Kemungkinan kegiatan razia semalam informasinya sudah bocor sehingga sebagian besar tempat-tempat prostitusi tutup terutama di sepanjang kali malang, dan hasilnya pun cuma sedikit yang bisa ditangkap," ujarnya.

Menurut dia, razia yang dilakukan ini mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 10 tahun 2002 tentang Larang Perbuatan Asusila.

Seorang PSK terjaring razia saat menunggu kedatangan pria hidung belang yang hendak menggunakan jasanya, Minggu (16/9) dini hari.
Seorang PSK terjaring razia saat menunggu kedatangan pria hidung belang yang hendak menggunakan jasanya, Minggu (16/9) dini hari. (Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri)

Dia mengimbau dan meminta kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam memberantas praktik asusila ini dengan cara melapor ke pemerintah atau menolak kegiatan tersebut di wilayahnya masing-masing.

Sementara itu, IN (36) salah seorang PSK mengaku terpaksa menggeluti pekerjannya itu.

Alasan karena ditinggal pergi sang suami dan menafkahi seorang anak, dia akhirnya menjadi PSK.

"Kalau suami saya ada dan bertanggung jawab pada keluarga, saya nggak akan seperti ini. Justru lebih enak di rumah dibanding kerja di luar," kata IN yang sudah beberapa tahun menjadi PSK. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved