Air Sebening Kaca di Teluk Pamoi

Air teluk yang tenang dan memiliki degradasi warna yang berlapis-lapis, menjadikan Teluk Pamoi seperti hamparan kaca

Air Sebening Kaca di Teluk Pamoi
Pelancong melintas di tepian Teluk Pamoi yang permukaan airnya sebening kaca, di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, Minggu (19/8). (Foto: Kompas.com/Ira Rachmawati) 

TELUK Pamoi adalah bagian dari Teluk Sarawandori yang berada di Distrik Kosiwa, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua.

Berada di dua tanjung, Teluk Pamoi memiliki keajaiban sendiri.

Air teluk yang tenang dan memiliki degradasi warna yang berlapis-lapis, menjadikan Teluk Pamoi seperti hamparan kaca yang memantulkan keindahan pemandangan di sekitarnya.

Berbeda dengan Teluk Sarawandori, Teluk Pamoi sudah dikelola secara resmi oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Yapen.

Letaknya di tepi jalan yang menghubungkan Kota Serui dan bandara, membuat Teluk Pamoi sangat mudah diakses.

Ada beberapa fasilitas yang disediakan pengelola termasuk spot untuk foto seperti rumah pohon, ayunan serta peralatan untuk berenang dan diving.

Cukup Rp 10 ribu

Untuk masuk ke Teluk Pamoi, pengunjung cukup membayar Rp 10 ribu per orang dan dibuka mulai jam 10.00.

Setelah menuruni anak tangga, pengunjung akan tiba di pelataran kayu yang dibuat di tepi Teluk Pamoi.

Saat turun, pemandangan air sebening kaca langsung tertangkap mata.

“Di sini bisa untuk renang dan snorkeling termasuk diving. Kalau untuk menikmati pemadangan bawah air agar ke tengah. Indah sekali terumbu karangnya. Saya pernah mencobanya,” kata Janet, warga Kota Serui seperti dikutip Kompas.com, Selasa (28/8).

Sementara itu Bupati Kepulauan Yapen, Tonny Tesar mengatakan Teluk Pamoi menjadi salah satu destinasi wisata andalan yang ada di Kepulauan Yapen.

Setiap akhir pekan atau saat musim liburan, banyak wisatawan yang berkunjung ke Telaga Pamoi.

“Untuk Teluk Pamoi kita akan tetap benahi karena masih ada beberapa fasilitas yang harus ditambah. Saat ini memang jumlah kunjungan wisatawan ke Kepulauan Yapen ada peningkatan walaupun tidak siginifikan. Kita masih usahakan agar akses transportasi ke Yapen khususnya penerbangan agar bisa ditambah sehingga kunjungan wisatawan ke Yapen terus meningkat,” kata Tonny. (Ira Rachmawati/ron)

Penulis: Hironimus Rama
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help