Pemilu 2019

Mahkamah Agung Bolehkan Mantan Koruptor Jadi Caleg, Sandiaga Uno: Berarti End of Story

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengaku tak keberatan dengan putusan MA.

Mahkamah Agung Bolehkan Mantan Koruptor Jadi Caleg, Sandiaga Uno: Berarti End of Story
Warta Kota/Anggi Lianda Putri
Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng Jakarta Pusat, Selasa (11/9/2018). 

BAKAL calon wakil presiden Sandiaga Uno menanggapi putusan Mahkamah Agung (MA) yang memperbolehkan mantan narapidana kasus korupsi dan kejahatan lainnya, mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif (caleg).

Menurutnya, polemik terkait boleh tidaknya eks koruptor mencalonkan diri sebagai caleg, sudah terjawab melalui putusan itu. Ia pun enggan berkomentar banyak terhadap persoalan tersebut.

"Menurut saya kalau sudah diputuskan MA, saya tidak mau masuk ke ranah hukum. Biarkan masyarakat yang menilai," ujar Sandiaga Uno di Posko Melawai, Jakarta, Jumat (14/9/2018) malam.

Baca: Grab Indonesia Pecat Belasan Ribu Mitra Pengemudi Gara-gara Lakukan Pelanggaran Ini

"Hak-hak mereka sekarang sudah dijamin oleh undang-undang, sudah diperbolehkan oleh MA, berarti end of story," imbuhnya.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengaku tak keberatan dengan putusan MA. Ia berharap para kandidat di Pileg dan Pilpres 2019 berkompetisi secara jujur dan adil.

"Saya berharap pemilu berlangsung dan adil. Menghasilkan satu pemerintahan yang bisa membawa ekonomi bangsa menjadi lebih baik," tuturnya.

Baca: Dihargai Rp 80 Juta per Lima Jam oleh Akun Prostitusi, DJ Dinar Candy Siap Buka-bukaan Rekening

Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) telah memutus uji materi pasal 4 ayat (3) Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR dan DPRD Kabupaten/kota, terhadap Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu) pada Kamis (13/9/2018).

MA memutuskan bahwa mantan narapidana kasus korupsi dan kejahatan lainnya dapat mencalonkan diri sebagai caleg pada pemilu tahun depan. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help