Pilpres 2019

Kubu Jokowi Nilai Usul Debat Pakai Bahasa Inggris Bukti Nasionalisme Tim Prabowo Setipis Kartu ATM

Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin mengkritisi usulan debat calon presiden yang menggunakan Bahasa Inggris.

Kubu Jokowi Nilai Usul Debat Pakai Bahasa Inggris Bukti Nasionalisme Tim Prabowo Setipis Kartu ATM
Istimewa
CALON Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin tiba untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (12/8/2018). 

TIM Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin mengkritisi usulan debat calon presiden yang menggunakan Bahasa Inggris.

Benny Rhamdani, Direktur Kampanye Pemenangan Jokowi-KH Ma'aruf Amin mengatakan, usulan koalisi partai politik pengusung bakal capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno agar debat menggunakan Bahasa Inggris, sangat tidak substansial.

Usul itu juga dinilai hanyalah ekspreai dari sikap panik dan hilang akal tim Prabowo-Sandi untuk memenangkan Pilpres 2019.

Baca: Prabowo: Khilafah Itu Propaganda Picik tapi Berbahaya

"Dalam UU dan PkPU tidak ada persyaratan debat capres harus menggunakan Bahasa Inggris" ujar Benny melalui keterangan tertulis, Jumat (14/9/2018).

Benyy menegaskan, jika tawaran itu dimaksudkan untuk.membentuk opini seolah-olah Jokowi tidak tahu Bahasa Inggris, tentu itu salah besar. Karena, ucap Benny, sudah banyak bukti, dalam beberapa kegiatan di forum internasional, Presiden Jokowi selalu berbicara menggunakan Bahasa Inggris.

"Mereka ini benar-benar munafik, teriak anti asing, tapi untuk pilpres Indonesia, mereka lebih membanggakan bahasa asing daripada bahasa nasional. Ini bukti nasionalisme mereka setipis kartu ATM. Ini juga cara berpikir yang benar-benar keblinger," tutur Benny.

Baca: Nur Mahmudi Ismail Dicecar 64 Pertanyaan, Penyidik Tak Dalami Kemungkinan Tersangka Lain

"Nanti kalau Umat Islam atau para ulama mengajukan syarat agar capres bisa jadi imam salat dan mengaji, nah gimana? Pasti mereka bingung sendiri tuh," sambungnya.

Untuk itu, Benny menyarankan agar tim pemenangan Prabowo-Sandi mengikuti cara berpikir dan gaya politik Tim Pemenangan Jokowi-KH.Ma'ruf Amin, yang menjadikan pesta demokrasi sebagai media pendidikan politik rakyat yang mencerahkan sekaligus mencerdaskan.

"Bukan dijadikan sebagai media yang akan membentuk cara berpikir rakyat yang konyol dan keblinger. Maka sebaiknya, kedepankan adu gagasan dan program kerja yang bisa menjawab tantangan bangsa ke depan," papar Benny. (Dennis Destryawan)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved