Cerita Warga Penghuni Lantai Dasar Rusunawa Muara Baru Gunakan Kamar Mandi Luar

Warga yang menempati lantai dasar Blok 7 Rusunawa Muara Baru, Penjaringan, harus pasrah dengan minimnya fasilitas yang tersedia.

Cerita Warga Penghuni Lantai Dasar Rusunawa Muara Baru Gunakan Kamar Mandi Luar
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Sejumlah warga korban gusuran terpaksa menempati lantai dasar Rusunawa Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (15/9/2018). Padahal sejatinya lokasi itu bukan untuk hunian. Alhasil warga mengaku tidak nyaman meski menempatinya secara gratis. 

WARTA KOTA, PENJARINGAN---Warga yang menempati lantai dasar Blok 7 Rusunawa Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, harus pasrah dengan minimnya fasilitas yang tersedia.

Bahkan saking minimnya, warga harus berbagi untuk menggunakan kamar mandi di luar.

Pantauan di lokasi, ada lima bilik kamar mandi yang sudah disiapkan di lantai dasar Rusunawa Muara Baru bagi para penghuni.

Masing-masing penggunanya harus membayar untuk tagihan air.

Baca: Total Tunggakan Sewa Rusunawa di DKI Jakarta Capai Rp 27 Miliar

Sukirah (57), warga, merupakan salah satu warga yang memanfaatkan fasilitas tersebut.

Sukirah pun harus mengunci kamar mandinya supaya tidak digunakan orang tidak dikenal demi menghemat air.

"Jadi saya selalu bawa kuncinya kalau mau mandi, nanti kalau sudah selesai saya kunci lagi. Daripada dipakai orang, nanti airnya cepat habis, sudah begitu suka kotor," katanya, Sabtu (15/9/2018).

Warga lainnya, Kasiro (55) mengaku, sengaja membangun kamar mandi berukuran kecil di unitnya untuk keperluan buang air kecil. Sehingga dirinya tidak perlu berbagi kamar mandi dengan orang lain.

Baca: Mohamad Taufik Usul Pemutihan Tunggakan, Penghuni Rusunawa Bakal Sujud Sukur

"Tapi kalau saya mau buang air besar, harus lari dulu ke WC umum yang ada di kebun. Begitu juga kalau mau mandi sama nyuci pakaian. Ini (kamar mandi dalam) kan cuma buat kepepet saja," ujarnya.

Kasiro dan Sukira hanya bisa pasrah dengan kondisi yang dihadapi sekarang.

Sejauh ini mereka masih menunggu realisasi janji akan dipindahkan ke unit yang ada di Rusunawa Muara Baru.

Baca: Lapak di Awasan Rusunawa Marunda Dibongkar

"Belum ada kabar kalau bakal dipindahin. Katanya kan mau dipindahin kalau unit di lantai atas ada yang kosong atau mau dibangun baru. Saya sih pengennya segera dipindah ke atas, tapi sudah penuh semua," kata Sukirah.

Sejumlah warga korban gusuran terpaksa menempati lantai dasar Rusunawa Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (15/9/2018).
Sejumlah warga korban gusuran terpaksa menempati lantai dasar Rusunawa Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (15/9/2018). (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Meli Budiastuti, mengatakan, pihaknya sudah menawarkan kepada warga untuk pindah ke rusun lain yang siap huni.

"Untuk warga yang ditempatkan di lantai dasar Muara Baru, memang sudah berulang kami sosialisasikan, kami tawarkan untuk direlokasi ke rusun lain, sementara menunggu pembangunan (rusun baru)," kata Meli.

Namun karena warga bersikukuh tidak mau pindah ke rusun lain, pengelola hanya bisa merelokasi mereka ke unit hunian di lantai atas apabila ada yang kosong atau yang terkena penertiban untuk ditempati.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help