Tunggakan Rusun Cipinang Besar Selatan Berhasil Turun Drastis

Rusunawa Cipinang Besar Selatan berhasil menekan tunggakan sewa dari Rp 4 miliar menjadi Rp 700 juta.

Tunggakan Rusun Cipinang Besar Selatan Berhasil Turun Drastis
Warta Kota
Rusun Cipinang Besar Selatan (Cibisel) 

KEBERHASILAN pengelola Rusunawa Cipinang Besar Selatan menunjukkan pendekatan yang baik dan tak kenal lelah akan dapat menekan angka tunggakan sewa rusun. 

Kendati begitu, Pemprov DKI malah merencanakan menghapus atau memutihkan tunggakan sewa rusun, air dan listrik, bagi sejumlah penghuni rumah susun yang tergolong tidak mampu.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Rusun Cipinang Besar Selatan, Septalina mengatakan pihaknya siap menjalankan apa yang diperintah oleh Dinas Perumahan selaku relgulator terkait rencana tersebut.

Hingga saat ini tunggakan sewa rusun di Rusun Cipinang Besar Selatan sendiri mulai mengalami penurunan.

Hal itu dikarenakan pihaknya memiliki prosedur tersendiri, agar warga tetap membayar dengan melalui cicilan.

"Sekarang sudah memahami, karena kita tegas tapi kita tetap lunak bagi yang tidak punya. Kalo yang nunggak sendiri kami tidak pernah keluarkan, tetapi mereka saya minta untuk pertanggung jawab, masa dia minum tapi gak bayar airnya," kata Septalina, Jumat (14/9/2018).

Dikatakan Septalina bahwa dahulu Rusun yang dikelolanya sewa tunggakan penghuni rusun hampir Rp. 4 miliar.

Namun seiring waktu berjalan dan dengan melalukan pendekatan kepada warga, pihaknya dapat menekan angka tunggakan jadi sebesar Rp 700 juta.

Mereka yang terlambat membayar paling lama berkisar enam bulan.

Septalina mengatakan bahwa dirinya selalu melakukan pendekatan kepada warga melalui perjanjian bayar dengan cara mencicil.

"Misalnya dia nunggak 12 bulan, kita bikin dua bulan plus satu bulan berjalan. Jadi 3 bulan berjalan. Selanjutnya kita awasi terus, jadi kita jangan sampai kendor," katanya.

Septalina mengungkapkan, sejujurnya biaya sewa rusun tidak begitu berat.

Namun karena adanya tunggakan yang berlarut-larut sehingga membuat penghuni akhirnya merasa berat membayar.

Septalina mengakan, jika menemukan adanya penghuni rusun yang tidak sanggup membayar, pihaknya juga memberikan lowongan kerja kepada anak penunggak untuk menjadi cleaning servis.

"Jadi kita beri lapangan kerja, sekaligus membayar tunggakannya. Anaknya yang juara juga kita berikan apresiasi, tapi ini bukan yang nunggak, jadi itu pendekatan yang kita lakukan akhirnya mereka membayar juga," katanya.

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved