Tokoh Pemuda Depok Khawatirkan Ada Permainan Hukum di Kasus Korupsi Nur Mahmudi

Tokoh pemuda Kota Depok khawatir ada permainan hukum dalam kasus dugaan korupsi yang menyeret Nur Mahmudi Ismail dan Harry Prihanto.

Tokoh Pemuda Depok Khawatirkan Ada Permainan Hukum di Kasus Korupsi Nur Mahmudi
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail usai diperiksa di Mpolresta depok, Kamis (13/9/2018) tengah malam 

TOKOH pemuda Kota Depok, Rudi Samin, mengaku khawatir akan adanya permainan hukum yang terjadi dalam kasus dugaan korupsi Jalan Nangka, Tapos, Depok, yang menyeret mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail dan mantan Sekertaris Daerah Pemkot Depok, Harry Prihanto, sebagai tersangka.

Rudi khawatir ada banyak celah yang bisa dilakukan para tersangka terutama Nur Mahmudi untuk bisa lolos dalam kasus ini meski sudah ditetapkan tersangka.

Sebab sebagai mantan orang nomor satu di Kora Depok, Nur Mahmudi diyakini masih memiliki jaringan khusus ke beberapa aparat penegak hukum di Depok dan Jawa Barat.

Apalagi Nur Mahmudi merupakan salah satu pendiri Partai Keadilan yang kini menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Selain itu Nur Mahmudi adalah mantan Menteri Kehutanan di era Presiden Gus Dur.

"Yang perlu diwaspadai, Nur Mahmudi akan bermain di Kejaksaan. Sehingga berkas dari polisi yang dilimpahkan ke sana, nantinya dinyatakan belum lengkap terus. Sehingga berkas akan bolak balik dari polisi dan jaksa, karena selalu dianggap tak lengkap atau belum P-21," kata Rudi, Jumat (14/9/2018).

Sehingga dengan begitu berkas akan mandek bertahun-tahun karena selalu bolak-balik, dan kasus ini tidak pernah disidangkan.

"Teman-teman media juga harus mewaspadai ini, dan mengawal terus kasus korupsi Nur Mahmudi. Sehingga depa Kota Depok akan bersih dari pejabat munafik yang berkedok agama," kata Rudi yang juga bacaleg DPR RI dari Partai Hanura untuk dapil Depok-Bekasi.

Rudi yang juga telah malang melintang di dunia hukum di Depok ini, mengatakan bahwa indikasi adanya lobi dan permainan dalam kasus Jalan Nangka, Tapos, bisa terlihat sejak awal saat Nur Mahmudi dan Harry Prihanto yang ditetapkan tersangka oleh polisi, ternyata tak ditahan.

"Tidak ditahannya Nur Mahmudi adalah trik bagian dari penyidikan Tidak hadirnya ia di panggilan pertama juga bagian lobi dari Nur Mahmudi," kata Rudi.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved