Sebanyak 200 Ribu Warga Depok Tunggak Iuran BPJS Kesehatan hingga Rp 93 Miliar

Sekitar 200 ribu warga Kota Depok peserta BPJS Kesehatan mandiri, yang menunggak pembayaran iuran bulanan.

Sebanyak 200 Ribu Warga Depok Tunggak Iuran BPJS Kesehatan hingga Rp 93 Miliar
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kepala BPJS Kesehatan Kota Depok, Maya Febriyanti Purwandari. 

SAMPAI September 2018, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Depok mencatat, ada sekitar 200 ribu wargan Kota Depok peserta BPJS Kesehatan mandiri, yang menunggak pembayaran iuran bulanan.

Nilai total tunggakan 200 ribu warga Depok itu, mencapai Rp 93 Miliar.

Hal itu dikatakan Kepala BPJS Kesehatan Kota Depok, Maya Febriyanti Purwandari, Jumat (14/9/2018).

"Kami terus lakukan berbagai upaya  untuk mengatasi ini. Karena jumlahnya sampai September 2018 cukup besar, dimana ada 200 ribu peserta mandiri warga Depok yang menunggak iuran dengan nilai total mencapai Rp 93 miliar," kata Maya.

Hal ini kata dia diakuinya cukup membebani keuangan BPJS Depok.

"Dari hasil penelusuran kami, ada dua kategori kelompok warga yang menunggak iuran BPJS Kesehatan. Yang pertama warga yang sebenarnya mampu membayar tapi malas melakukan pembayaran dan yang kedua karena mereka benar-benar tidak memilki kemampuan membayar lagi," kata Maya.

Untuk kategori yang pertama, kata Maya, ini menandakan kesadaran mereka akan pentingnya jaminan layanan kesehatan gratis masih rendah.

Sebagian dari mereka, tambahnya mendaftar jadi peserta BPJS Kesehatan saat mereka sudah sakit dan beberapa saat melahirkan.

"Namun setelah sembuh atau tak berurusan dengan rumah sakit lagi, mereka berhenti membayar iuran. Rata-rata mereka hanya membayar iuran dua bulan pertama setelah itu, menunggak," kata Maya.

Sementara untuk kategori yang kedua dimana memang warga tidak memiliki kemampuan atau kemampuan rendah membayar iuran, pihaknya menyarankan mereka untuk mendaftar kembali menjadi peserta penerima bantuan iuran yang ditanggung Pemerintah Pusat atau Pemerintah Kota Depok.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help