Penghuni Nilai Aksi Bela Rakyat dengan Rencana Tunggakan Rusun Dihapus

Rencana Pemrov DKI menghapus biaya tunggakan rusun bagi warga tidak mampu tersebut disebut sebagai aksi bela rakyat.

Penghuni Nilai Aksi Bela Rakyat dengan Rencana Tunggakan Rusun Dihapus
Warta Kota/Joko Supriyanto
Hingga akhir Juli 2018, sebanyak Rp 27 miliar sewa rusun di DKI Jakarta menunggak. 

PIHAK Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merencanakan menghapus atau memutihkan tunggakan sewa rusun, air dan listrik, bagi sejumlah penghuni rumah susun yang tergolong tidak mampu.

Di mana hingga akhir Juli 2018, sebanyak Rp 27 miliar sewa rusun di DKI Jakarta menunggak.

Atas rencana tersebut nampaknya sejumlah penghuni rusun merespon cukup baik hal tersebut.

Hingga akhir Juli 2018, sebanyak Rp 27 miliar sewa rusun di DKI Jakarta menunggak.
Hingga akhir Juli 2018, sebanyak Rp 27 miliar sewa rusun di DKI Jakarta menunggak. (Warta Kota/Joko Supriyanto)

Bahkan, rencana Pemrov DKI untuk menghapus atau memutihkan biaya tunggakan rusun bagi warga tidak mampu tersebut disebut sebagai aksi bela rakyat, jika hal tersebut terealisasi.

Hal itu diungkapkan oleh Marsuni (44) salah seorang warga rusun Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur.

"Saya sih belum denger tapi apa iya rencananya begitu, kalo iya kita pasti seneng, ini namanya Pemerintah bela rakyat yang ngak mampu," kata Marsuni, Jumat (14/9/2018).

Dikatakan Marsuni, dirinya mengakui tak pernah menunggak biaya sewa rusun, namun walau begitu, ia mengakui bahwa tindakan pemerintah mengatasi permasalahan tunggakan sewa rusun dengan menghapusan dinilai sangat tepat.

Saat ini, wanita yang tinggal di lantai dua Rusun Cibesel ini mengaku bahwa perbulan dia kenakan biaya sebesar Rp. 212.000 perbulannya. Jumlah tersebut, di akuinya masih dapat terbayarkan karena dia juga membuka warung di rusun tersebut.

"Kalo saya ngak pernah telat, karena saya sendiri kan punya warung, jadi masih bisa bayar. Cuma yang ngak punya kerjaan atau yang penghasilannya tidak menentu itu yang mungkin butuh hal seperti ini. Saya sebagai warga sangat setuju," katanya.

Tak hanya itu, hal serupa juga dikatakan Riri Cahyani (40) salah seorang penghuni rusun Cibesel.

Halaman
12
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved