Media Sosial

Masuk Bulan September, Mardani Ali Sera Ingatkan Bahaya Laten Komunis

Hal tersebut ditunjukkan lewat sejarah pemimpin PKI, Dipa Nusantara Aidit alias DN Aidit, yang mengaku menjunjung tinggi Pancasila.

Masuk Bulan September, Mardani Ali Sera Ingatkan Bahaya Laten Komunis
Kompas.com/Devina Halim
KETUA DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera saat ditemui di ruangannya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/7/2018). 

JELANG Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, situasi politik nasional semakin menghangat.

Kini, aksi saling tuduh sebagai antek Partai Komunis Indonesia (PKI) membayangi kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno maupun Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Terkait fenomena tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengingatkan masyarakat atas tragedi G30SPKI.

Mardani Ali Sera berpesan agar masyarakat tidak terjebak dengan manipulasi yang dilakukan PKI lewat klaim Pancasila dan isu antar-umat muslim.

Baca: Rupiah Terpuruk, Perajin Tahu di Tangerang Kurangi Jumlah Produksi

Hal tersebut ditunjukkan lewat sejarah pemimpin PKI, Dipa Nusantara Aidit alias DN Aidit, yang mengaku menjunjung tinggi Pancasila.

Namun, DN Aidit justru menistakan Pancasila hingga membunuh para jenderal TNI, ketika melakukan kudeta pada 30 September 1965.

"Masih ingat dulu Aidit klaim Pembela Pancasila, ternyata siapa yg melakukan kudeta & penghinat Pancasila? Masih ingat Jend.AH Nasution mengingatkan kita? Bahwa PKI selalu menipu dengan membuat pertentangan antara Islam & Pancasila," tulis Mardani Ali Sera lewat akun @MardaniAliSera pada Jumat (14/9/2018).

Menurutnya, peringatan G30SPKI dapat dijadikan momen masyarakat agar selalu waspada.

Seluruh umat, bukan hanya umat muslim, katanya, harus kompak menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"September selalu menjadi kenangan kita untuk selalu waspada terhadap bahaya laten komunis, yg melakukan kudeta di negara Pancasila. Umat harus terus bergandengan tangan untuk menjaga NKRI. Terus Waspada laten komunis yg mengadudomba Islam dan Pancasila," tulisnya diakhiri tagar #2019tetapAntiPKI.

Baca: Setelah G30S/PKI, Soeharto Sempat Tunjukan Barang Bukti Ini Pada Soekarno

Baca: Isu Prabowo Subianto CLBK dengan Titiek Soeharto Ketutup Hebohnya Ahok Menikah Lagi, Ini Buktinya

Sebelumnya, hal serupa disampaikan oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Fadli Zon menuliskan tagar #2019tetapAntiPKI pada Jumat (14/9/2018) pagi.

Tagar tersebut diungkapkan Fadli Zon lewat akun twitternya @fadlizon; melengkapi tagar sebelumnya, yakni #2019GantiPresiden, yang berubah menjadi tagar #2019PrabowoPresiden.

"Gelorakan #2019GantiPresiden menuju #2019PrabowoPresiden sehingga #2019tetapAntiPKI," tulis Fadli Zon pada Jumat (14/9/2018). (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved