Keluarga Korban Kecelakaan Tanjakan Emen Bakal Gugat Pihak Perusahaan Otobus

PO Premium Passion juga dinilai lepas tangan kepada korban dan keluarga korban yang mengalami trauma berkepanjangan.

Keluarga Korban Kecelakaan Tanjakan Emen Bakal Gugat Pihak Perusahaan Otobus
WARTA KOTA/ZAKI ARI SETIAWAN
Kepala FSKK Aang Junaedi selepas pertemuan dengan FSKK di Aula Kelurahan Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Kamis (13/9/2018). 

KORBAN dan keluarga korban kecelakaan tanjakan Emen yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Keluarga Korban (FSKK), akan menggugat Perusahaan Otobus (PO) Premium Passion atau PT Ikin Mandiri Utama.

PO Premium Passion dianggap lalai karena membiarkan bus tidak layak pakai tetap digunakan, sehingga mengakibatkan tragedi tanjakan Emen pada 10 Februari 2018 lalu.

"Tragedi ini karena kelalaian SOP, kendaraan tersebut tidak layak jalan," kata Kepala FSKK Aang Junaedi setelah dikonfirmasi, Kamis (14/9/2018).

Baca: Pemkot Tangsel Janji Bayar Biaya Pemakaman Korban Kecelakaan Tanjakan Emen Pakai APBD 2019

Oleh karenanya, FSKK akan melayangkan gugatan perdata kepada PO terkait yang ditujukan sebagai efek jera, ke Pengadilan Negeri Bogor.

"Untuk tuntutan perdata keluarga korban atau ahli waris, itu segera kita akan layangkan ke Pengadilan Bogor," jelasnya.

Selain itu, pihak PO dianggap tidak memberikan simpati sama sekali kepada pihak korban dan keluarga korban kecelakaan tanjakan Emen, setelah kecelakaan maut tersebut.

Baca: Keluarga Korban Kecelakaan Tanjakan Emen Kena PHP Oknum Pemkot Tangsel

"Pihak PO bus minta maaf saja tidak, apalagi pertanggungjawaban," ujar Aang.

PO Premium Passion juga dinilai lepas tangan kepada korban dan keluarga korban yang mengalami trauma berkepanjangan.

"Mereka sejak awal sudah tidak bertanggung jawab," ucapnya. (*)

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help