Dituduh Curi Handphone, Dua Remaja di Bekasi Dikeroyok Tujuh Orang Hingga Disiram Bensin

Tujuh tersangka yang ditangkap adalah BS (24), JP (19), RS (18), MRA (16), IL (16), TS (16), dan AI (17).

Dituduh Curi Handphone, Dua Remaja di Bekasi Dikeroyok Tujuh Orang Hingga Disiram Bensin
WARTA KOTA/MUHAMAD AZZAM
Kapolsek Tambun Kompol Rahmat Sujatmiko menunjukkan barang bukti baju korban yang disiram bensin. 

CHENDY Alfi Syahrin (18) dan Benny Hendriek Andries (15) mengalami luka di sekujur tubuh, seusai dikeroyok tujuh orang di Toko Donat Madu Cihajung Perum Puri Cendana, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Keduanya dituduh mencuri handphone oleh ketujuh orang tersebut. Chendy menderita luka memar di bagian mata sebelah kiri, luka pada bagian kepala belakang, luka lutut sebelah kiri, serta luka bagian pelipis mata kanan dan kiri. Sedangkan Beny mengalami luka di telinga kiri, dan di bagian kepala sebelah kanan.

Tujuh tersangka yang ditangkap adalah BS (24), JP (19), RS (18), MRA (16), IL (16), TS (16), dan AI (17).

Baca: Ini Asal-usul Putri Sulung Soeharto Dipanggil dengan Nama Mbak Tutut

"Langsung kedua korban itu dibawa dan dipukuli bersama-sama. Bahkan korban disiram bensin. Pelaku kami tangkap, setelah korban membuat laporan ke Polsek," kata Kapolsek Tambun Kompol Rahmat Sujatmiko di Mapolsek Tambun, Jumat (14/9/2018).

Rahmat menjelaskan, awalnya pada Jumat (31/9/2018) lalu korban diajak menginap oleh temannya, IL (16), yang juga ikut mengeroyok di toko donat itu. Kemudian, salah satu karyawan mengaku kehilangan handphone. Tersangka kemudian melihat CCTV di seberang toko. Saat dilihat, kedua korban ada di rekaman CCTV.

Tersangka tak melaporkan kedua korban ke polisi, bahkan tak memberikan kesempatan kepada kedua korban untuk menjelaskan kejadian itu.

Baca: Densus 88 Tembak Mati Dua Penyerang Polisi di Tol Cipali

"Pelaku bersama-sama memukuli korban, tanpa meminta penjelasan korban. Dan ternyata memang pencurinya bukan kedua korban ini, karena tidak ditemukan barang buktinya. Untuk dugaan korban dijebak masih kami dalami, tapi yang jelas tindakan persekusi mereka itu salah. Apalagi tidak terbukti bersalah. Dipaksakan ngaku dengan diancam dan dipukuli," papar Kapolsek.

Ada pun barang bukti yang disita, berupa dua potong kaus warna hitam yang disiram bensin. Atas tindakan ketujuh pelaku penyeroyokan, dikenakan pasal 170 KUHP dengan ancaman pidana penjara lima tahun enam bulan.

Salah satu tersangka mengungkapkan, dirinya melakukan penyeroyokan karena di toko itu kerap kali kehilangan barang berharga, terutama HP.

Baca: Penembak Anggota PJR di Tol Cipali Pernah Serang Polsek Bulakamba dan Polres Cirebon Kota

"Ya kita enggak tahu soalnya yang kelihatan di CCTV dua korban itu, pas ketika kejadian HP hilang. Pada emosi soalnya, kan sering hilang HP," aku salah satu tersangka.

Kapolsek Tambun Kompol Rahmat Sujatmiko meminta masyarakat tidak main hakim sendiri. Jika ada permasalahan yang menyangkut hukum, wajib melaporkan dan menyerahkannya kepada polisi.

"Jangan main hakim sendiri, yang bersalah saja tetap harus dihukum melalaui proses hukum yang berlaku. Ya serahkan ke polisi. Di tiap kelurahan dan desa kan kita punya anggota Bhabinkamtibmas. Silakan hubungi, setiap RT atau RW pasti punya kontak mereka," paparnya. (*)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved