Dihargai Rp 80 Juta per Lima Jam oleh Akun Prostitusi, DJ Dinar Candy Siap Buka-bukaan Rekening

Nama Dinar Candy dicatut dalam akun yang diduga merupakan akun prostitusi online. Di akun tersebut, Dinar Candy dihargai Rp 80 juta.

Dihargai Rp 80 Juta per Lima Jam oleh Akun Prostitusi, DJ Dinar Candy Siap Buka-bukaan Rekening
TRIBUNNEWS/NURUL HANNA
DJ Dinar Candy melapor ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, didampingi kuasa hukumnya, Kamis (13/9/2018). 

Laporan Dinar Candy Candy bernomor polisi 4893/IX/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus.

Pelaku terancam dijerat pasal 27 ayat 3 juncto 45 UU ITE, dengan ancaman hukuman hingga empat tahun penjara.

Meradang 

Dj Dinar Candy melaporkan kasus tersebut karena merasa terganggu dengan kejadian itu,karena selain privasinya jadi terganggu juga akan menimbulkan efek buruk bagi pekerjaannya.

Sekaligus untuk memberi efek jera pada pelakunya agar tak mengulangi lagi perbuatannya itu.

"Aku ingin dia sadar dan kapok karena telah mencatut namaku untuk mencari keuntungan dengan cara seperti itu, dan aku sangat terganggu akibat pencatutan nama untuk katalog prostitusi online itu", kata DJ Dinar Candy kepada Wartakotalive.com dengan nada geram

Menurutnya, dalam deretan nama nama yang terdapat di dalam katalog itu, nama dirinya ditawarkan dengan tarif Rp 80 juta untuk masa kencan long time selama 5 jam, inilah yang membuatnya meradang dan segera melaporkannya ke pihak kepolisian.

"Ini sudah keterlaluan dan sungguh sangat merugikan, bukan apa apa, aku justeru jadi khawatir akan berefek pada pekerjaanku, takutnya nanti banyak klien yang akan membatalkan kontraknya, karena saking geregetannya, aku segera melaporkan kasus tersebut ke polisi agar segera diproses", ucapnya.

Baca: Jual Rumah untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi, Setya Novanto: Semaksimal Mungkin Bantu KPK

Baca: Setelah G30S/PKI, Soeharto Sempat Tunjukan Barang Bukti Ini Pada Soekarno

Baca: VIDEO: Ijtima Ulama Akan Mantapkan Dukungan ke Prabowo

Henry Indraguna, kuasa hukum Dinar Candy, mengatakan kliennya melaporkan perbuatan itu  yang diduga dilakukan pemilik akun amoy_angels ke pihak kepolisian karena dinilai telah melanggar Pasal 27 ayat (1) juncto Pasal 45 UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE, dengan ancaman hukuman selama enam tahun penjara.

"Kami selaku kuasa hukum dari Dinar Candy, memilih jalur hukum untuk menyelesaikan kasus ini, karena perbuatan yang diduga dilakukan pemilik akun amoy_angels secara terang terangan telah merugikan klien kami,"ungkap Henry.

Penulis: Nurul Hanna/Nur Ichsan 

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved