Dagangan Sepi, Penjual Buah di Tambun Menyambi Jual Miras Oplosan

Menjual miras oplosan diharapkan dapat menambah penghasilannya untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Dagangan Sepi, Penjual Buah di Tambun Menyambi Jual Miras Oplosan
WARTA KOTA/MUHAMAD AZZAM
Mudin Mulyadi (40), penjual miras oplosan. 

SEPI pembeli membuat Mudin Mulyadi (40), penjual buah di Kampung Kobak, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, nekat nyambi berjualan minuman keras (miras) oplosan.

Menjual miras oplosan diharapkan dapat menambah penghasilannya untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

"Dagang buah sepi, saya bingung mau cari tambahan apa. Saya ingat pernah diajarkan teman waktu itu cara oplos miras, ya sudah saya coba saja," katanya di Mapolsek Tambun, Jumat (14/9/2018).

Baca: SBY Puji Langkah Jokowi Calonkan Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032

Ia mengaku baru satu bulan menjalankan bisnis miras oplosan. Setiap harinya ia mampu menjual puluhan bungkus miras oplosan.

"Saya diem-diem, langganan saya itu pengamen sama tukang parkir. Pelajar atau yang lain enggak saya jual. Untung sehari bisa dapat Rp 100 ribu-Rp 200 ribu," ungkap warga Kampung Mekarsari Barat, Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, Bekasi itu.

Niat Mudin menambah penghasilan malah membuat dirinya harus mendekam di penjara. Ia ditangkap aparat Reskrim Polsek Tambun Polres Metro Bekasi, di Kampung Kobak, RT 3/16, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (8/9/2018) pekan lalu.

Baca: Perbaikan JPO Samsat Daan Mogot Cuma Diganjal Besi, Warga Pilih Menyeberang di Jalan Raya

"Ada laporan masyarakat adanya transaksi jual beli miras oplosan. Tim Opsnal Reskrim kami langsung melakukan observasi ke TKP (tempat kejadian perkara), dan benar mendapati adanya transaksi jual beli miras oplosan. Pelaku langsung kami tangkap," tutur Kapolsek Tambun Kompol Rahmat Sujatmiko saat rilis di Mapolsek Tambun.

Ia mengatakan, pelaku tidak hanya menjual, tetapi juga memproduksi miras oplosan itu. Saat menggeledah toko buah itu, polisi menemukan 117 bungkus miras oplosan siap jual, 20 bungkus alkohol murni, 18 botol Big Cola, delapan botol cairan perasa, satu bungkus pewarna, satu bungkus sodium, dan sejumlah alat untuk meracik seperti gayung, ember, dan saringan.

"Produksi dan jual juga,  tidak terang-terangan pakai kedok berjualan buah," ujar Kapolsek.

Barang bukti miras oplosan yang disita aparat Reskrim Polsek Tambun Polres Metro Bekasi, dari penjual miras oplosan di Kampung Kobak, RT03, RW16, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (8/9/2018).
Barang bukti miras oplosan yang disita aparat Reskrim Polsek Tambun Polres Metro Bekasi, dari penjual miras oplosan di Kampung Kobak, RT03, RW16, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (8/9/2018). (WARTA KOTA/MUHAMAD AZZAM)

Rahmat mengatakan, razia penjual miras oplosan akan terus gencar dilakukan, karena membahayakan kesehatan dan mengancam jiwa.

"Kita tegas, jangan coba-coba menjual miras. Masyarakat juga harus ingat dan paham efek dari miras itu tidak melihat siapa yang minum. Apabila minum bisa hilang nyawa. Di luar ini miras menimbulkan kejahatan lainnya seperti tawuran ataupun kekerasan," paparnya.

Atas perbuatannya, terssngka dijerat pasal 204 ayat 1 tentang perlindungan konsumen, pasal 106 juncto pasal 24 tentang perdagangan, dan pasal 140 juncto 86 tentang pangan, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (*)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help