Besok, 20 Petugas Cari Untung dari Runtuhan Bangunan di Penjaringan Jakarta Utara

Sebanyak 20 petugas akan dikerahkan untuk melakukan proses evakuasi Untung dari reruntuhan bangunan yang ambruk.

Besok, 20 Petugas Cari Untung dari Runtuhan Bangunan di Penjaringan Jakarta Utara
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Informasi dugaan tertimpa runtuhan bangunan mengemuka setelah korban tidak kelihatan usai kejadian. Pasalnya dari total 16 pekerja hanya korban yang tidak kelihatan 

WARTA KOTA, PENJARINGAN---Sebanyak 20 petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara akan dikerahkan untuk melakukan proses evakuasi Untung.

Untung adalah pekerja yang tertimpa bangunan runtuh di Perumahan Golf Mediterania Ebony 2 Nomor 35 RT 09/RW 05, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara, Satriadi Gunawan, mengatakan, proses evakuasi Untung dari lantai dua pada Jumat (14/9/2018) sudah selesai sore tadi.

Baca: Bangunan Runtuh di Penjaringan Jakarta Utara Akan Dibuat 4 Lantai

Rencananya pekerjaan akan kembali dilanjutkan pada Sabtu (15/9/2018) pagi.

"Untuk pengerahan, kami ada empat unit besok. Petugasnya ada sekitar 20 orang, tadi juga 20 orang," kata Satriadi, Jumat.

Satriadi mengatakan, proses evakuasi korban membutuhkan alat berat crane.

Pasalnya kondisi bangunan yang ambruk dan ditambah banyaknya besi penyangga berserakan menyulitkan proses evakuasi.

Baca: Ini Penyebab Rumah yang Sedang Dibangun di Penjaringan Runtuh

"Kendalanya karena struktur bangunannya runtuh jadi banyak besi yang harus kami sisirkan. Jadi itu kendalanya. Makanya kalau pakai peralatan yang kami miliki enggak bisa," ucapnya.

"Memang enggak memungkinkan kami untuk masuk mengevakuasi korban. Jadi peralatan crane itu untuk mengangkat beton. Cranenya itu dari pemborongnya yang ngerahin," katanya.

Proses pengerjaan terpaksa dilakukan pada Sabtu pagi karena alat berat yang didatangkan baru akan tiba dinihari nanti.

"Dia sanggupnya pukul 01.00 WIB sampai di TKP, mau enggak mau. Makanya mungkin besok sekitar pukul 08.00 WIB kami bisa ikut bergabung," katanya.

Satriadi mengaku pihaknya baru mendapatkan laporan adanya kejadian tersebut pada Jumat pagi.

Sementara peristiwa itu terjadi pada Kamis (13/9/2018) sore ketika proses pengecoran.

"Kami dapat beritanya pagi karena mereka kehilangan anggotanya, baru dilaporkan ke polisi. Polisi baru laporkan ke kami. Mungkin disitunya enggak ada yang lapor ke polisi," ujarnya.

Informasi dugaan tertimpa runtuhan bangunan mengemuka setelah korban tidak kelihatan usai kejadian. Pasalnya dari total 16 pekerja hanya korban yang tidak kelihatan
Informasi dugaan tertimpa runtuhan bangunan mengemuka setelah korban tidak kelihatan usai kejadian. Pasalnya dari total 16 pekerja hanya korban yang tidak kelihatan (Warta Kota/Junianto Hamonangan)
Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved