Alasan Fraksi PDIP Walk Out Saat Rapat Banggar Bahas Penambahan Anggaran Waduk

Mereka meninggalkan ruang rapat ketika penambahan anggaran untuk membuat sejumlah waduk di Jakarta.

Alasan Fraksi PDIP Walk Out Saat Rapat Banggar Bahas Penambahan Anggaran Waduk
Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Ida mahmudah di Gedung DPRD DKI Jakarta. 

BEBERAPA anggota dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan walk out sebelum rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta selesai.

Di antaranya Gembong Warsono dan Ida Mahmudah.

Mereka meninggalkan ruang rapat ketika penambahan anggaran untuk membuat sejumlah waduk di Jakarta ditolak.

Ida merasa heran mengapa anggaran untuk membuat waduk tidak diterima, padahal sebentar lagi musim hujan akan tiba.

"Kalau saya prinsipnya selagi bisa dikerjakan di tahun 2018 kenapa kita tidak kerjain? Kenapa kita tidak setujui? Pasti ada sesuatu," ujar Ida di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Ia sangat menyayangkan karena waduk yang tinggal 10 persen lagi selesai tidak disetujui DPRD.

"Pekerjaan itu misalkan diangka 90 persen selesai terus tinggal 10 persen lagi kenapa tidak disetujui, kan tidak fair juga kalau ada proyek bagus untuk masyarakat bagus kenapa tidak jalan?," tanya Ida.

Ia menduga sebab ini adalah program mantan Gubernur sebelumnya Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.

"Itu proyek programnya Ahok yang mereka tidak suka. Ini pimpinan (M Taufik) tidak fair untuk memimpin rapat Banggar jadi menurut saya tidak layak lah saya ikut lagi di situ," ucapnya.

"Pimpinan takut kalau anggaran pembuatan waduk ini selesai, berpikirnya ini program Gubernur yang dulu. Ini yang mereka takutkan kalau saya melihatnya gitu," kata Ida.

Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Ida mahmudah di Gedung DPRD DKI Jakarta.
Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Ida mahmudah di Gedung DPRD DKI Jakarta. (Warta Kota/Anggie Lianda Putri)
Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help