Wacana Ganjil Genap untuk Motor Mengemuka, Grab Siapkan Langkah Strategis Ini

Ridzki mengaku pihaknya memiliki teknologi untuk mengantisipasi adanya wacana kebijakan ganjil genap bagi motor.

Wacana Ganjil Genap untuk Motor Mengemuka, Grab Siapkan Langkah Strategis Ini
Alija Berlian Fani
Konfrensi pers Grab Indonesia di Grand Lippo Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (6/7/2017). 

KEBIJAKAN ganjil genap untuk mobil yang diterapkan di sejumlah ruas jalan di Jakarta, menuai hasil positif. Kondisi tersebut memunculkan wacana agar kebijakan serupa juga berlaku untuk motor.

Manajer Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan, pihaknya baru mendengar adanya wacana kebijakan ganjil genap bagi motor. Namun demikian, pihaknya menyiapkan sejumlah langkah strategis mengantisipasi adanya wacana tersebut.

“Nomor satu adalah kalau ada aturannya, pasti kami akan mengikuti, karena kami tidak ada pilihan untuk tidak mengikuti,” katanya di Gedung Maspion Plaza, Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara, Kamis (13/9/2018).

Baca: Dinas Perhubungan DKI Belum Berniat Terapkan Ganjil Genap untuk Sepeda Motor

Ridzki mengaku pihaknya memiliki teknologi untuk mengantisipasi adanya wacana kebijakan ganjil genap bagi motor.

“Kalaupun itu dijalankan, teknologi kami sanggup untuk menjalankan ini. Jadi tidak merugikan penumpang dan pengemudi,” ujarnya.

Ia beralasan, dengan teknologi tersebut maka kebutuhan pelanggan yang berada di wilayah kebijakan ganjil genap, hanya akan dilayani kendaraan yang sesuai kriteria. Sehingga, tidak merugikan kedua belah pihak.

Baca: Punya Anak, Mytha Lestari Selalu Ingin Cepat Pulang

“Kita akan address melalui algoritma seperti yang sekarang kita lakukan pada roda empat. Ada algoritma pintar di mana order yang melalui tempat ganjil genap akan kita arahkan sesuai pelat kendaran di tempat yang ganjil genap,” paparnya.

Meski demikian, menurut Ridzki, kebijakan tersebut tidak perlu diterapkan apabila keberadaan motor tidak memberikan dampak negatif.

“Kami memberikan saran kalau memang tidak ada masalah kendaraan roda dua, sebaiknya tidak usah dijalankan,” usulnya. (*)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help