Rahmat Effendi Tak Sudi Kota Bekasi Disebut Penyangga Jakarta

Rahmat Effendi menyebut Kota Bekasi sudah tidak lagi mendapatkan dana hibah dari DKI Jakarta, di bawah kepemimpinan Anies Baswedan.

Rahmat Effendi Tak Sudi Kota Bekasi Disebut Penyangga Jakarta
WARTA KOTA/MUHAMAD AZZAM
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di rumah dinasnya, Kamis (13/9/2018). 

WALI Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan, tidak dapat menjaga hubungan baik dengan Kota Bekasi.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi yang terpilih kembali dan akan dilantik paling lambat pada Kamis 20 September 2018 itu, menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak memberikan skala prioritas hubungan kemitraan dengan Kota Bekasi.

"Kita tidak mau disebut sebagai penyangga Ibu Kota. Kita ini mitra, tolonglah Pak Anies jangan memandang Kota Bekasi sebelah mata," kata pria yang akrab disapa Bang Pepen itu.

Baca: Ridwan Kamil Bakal Revitalisasi Kalimalang, Wali Kota Bekasi: Silakan Wujudkan

Rahmat Effendi menyebut Kota Bekasi sudah tidak lagi mendapatkan dana hibah dari DKI Jakarta, di bawah kepemimpinan Anies Baswedan.

Untuk itu, lanjut Pepen, agar menjaga dan dapat menjalin hubungan baik dengan DKI Jakarta, ia akan menyambangi Anies Baswedan seusai dilantik nanti.

"100 hari kerja, yang pertama saya akan ke DKI ketemu Pak Anies. Ini tidak cukup kalau hanya dana kompensasi bau yang besarannya Rp 200 ribu-Rp 300 ribu buat warga, itu tidak menyelesaikan persoalan," tuturnya.

Baca: Jalan-jalan Naik Bajaj, Polisi Dijambret di Matraman

Pada 2017, saat kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purmama (Ahok), Pemkot Bekasi memperoleh dana hibah senilai total Rp 316 miliar, yang diperuntukkan bagi kebutuhan dana pemberdayaan masyarakat, perbaikan infrastruktur, dan lainnya.

Bantuan DKI dipakai untuk membuat proyek jembatan Rawapanjang dan Bojongmenteng senilai hampir Rp 200 miliar lebih tahun ini, yang bersumber dari dana hibah kompensasi sampah DKI.

"Itulah yang dibutuhkan. DKI harus jadikan Kota Bekasi mitra, kita enggak mau disebut penyangga. Itu sudah dicontohkan Ahok, yang benar-benar menjadikan Kota Bekasi ini mitra," paparnya. (*)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help