Media Asing Bongkar Dugaan Konspirasi Kejahatan Keuangan di Era Presiden SBY

MEDIA asing asal Hongkong, Asia Sentinel membongkar dugaan konspirasi kejahatan keuangan besar di era pemerintahan SBY, Rabu (12/9/2018).

Media Asing Bongkar Dugaan Konspirasi Kejahatan Keuangan di Era Presiden SBY
Kompas.com/Sabrina Asril
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan penerbitan Perppu nomor 1 tahun 2014 yang membatalkan Undang-undang nomor 22 tahun 2013 tentang Pemilihan Kepala Daerah, dan Perppu nomor 2 tahun 2014 yang merevisi Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah di Istana Merdeka, Kamis (2/10/2014). Terbitnya perppu itu untuk membatalkan mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPRD menkadi pilkada langsung. 

MEDIA asing asal Hongkong, Asia Sentinel membongkar dugaan konspirasi kejahatan keuangan besar di era pemerintahan SBY, Rabu (12/9/2018).

Di era SBY disebut sebanyak USD 12 miliar (Rp 177 triliun) uang dari pembayar pajak, dicuri dan dicuci melalui bank-bank internasional.

Tak hanya itu 30 pejabat pemerintah pun disebut terlibat dalam kerja sama kotor tersebut.

Pantauan TribunJakarta.com berita itu ditulis oleh John Berthelsen, editor sekaligus pendiri Asia Sentinel.

Menanggapi tudingan yang diberitakan Asia Sentinel, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief angkat bicara.

Andi Arief bahkan menyentil Menteri Keungan Sri Mulyani.

Hal tersebut disampaikan Andi Arief melalui media sosial, Twitternya pada Rabu, (12/8/2018).

Andi Arief meminta pihak Asian Sentinel untuk turut memeriksa Sri Mulyani menteri di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Om periksa SRi Mulyani menteri Pak Jokowi," tulis Andi Arief.

Pernyataan Andi Arief yang mengyinggung Sri Mulyani itu dicuit sekitar satu jam yang lalu.

Halaman
1234
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help